Berpisah dengan Berat

Ketika itu, kupikir tidak ada yang lebih berat untuk berpisah selain dengan orang tua. Ketika itu adalah ketika akan berangkat menuntut ilmu ke kota lain.

Setelah menikah dan terpaksa untuk sementara tinggal di dua kota berbeda, kupikir berpisah dengan istrilah yang paling berat.

Sekarang, tak perlu aku berpikir panjang untuk menyatakan bahwa saat inilah saat berpisah yang paling berat. Karena saat ini aku harus berpisah untuk sementara waktu dengan anakku.

4 pemikiran pada “Berpisah dengan Berat

  1. kayaknya hampir semua pasangan bakal melewati fase seperti ini yah… yang kemudian kita jadinya perlu lebih banyak sharing dgn yang sudah berpengalaman untuk berjauh2an

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s