Kawan Masa Kini

Katanya, kawan itu sudah lama saling kenal.
Katanya, kawan itu sering berhubungan.
Lantas, apakah yang sudah lama saling kenal tetapi tidak lagi sering berhubungan?
Sebuah dilema masa kini: ketika perkawanan menjadi pudar lantaran perbedaan haluan dalam memilih layanan jejaring sosial.

Haha. Nasib ya nasib. Kalau ingin meneruskan perkawanan, apakah harus mengaktifkan semua layanan jejaring sosial? Dari Fa-cebok, Tuiter, Nge-pet, Lain, Wacap, Wecat, In-sakgram, Piber, Pelurek, Bebem, dan lain-lain, haruskah kita punya semua akunnya?

Ah, alangkah indahnya masa yang sudah lampau, yaitu masa ketika kawan hanya memiliki satu alamat pos, satu nomor telepon rumah, satu alamat pos-el, satu nomor SMS, satu profil ACS, dan satu muka.

Kawan gelak tiada,
Kawan menangis jarang bersua.

+-+-+
Berdasarkan maraknya permintaan, maka dengan ini kujelaskan bahwa dua baris terakhir di atas adalah plesetan sebuah peribahasa yang bunyi aslinya yaitu “Kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua”. Adapun arti peribahasa asli tersebut adalah kira-kira seperti ini: kawan di saat senang banyak, kawan di saat sedih sedikit.

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s