Hujan Mata

Aku melihat hujan. Butiran-butiran air itu, ternyata langit yang menurunkan. Entah bagaimana, kandungan air bakal hujan itu ke mana-mana dibawa oleh awan. Dewa Langit kemudian mengutus awan itu untuk menjatuhkan air hujan tepat di atas rumahku tadi siang.

Pipiku basah sekarang. Bukan oleh air hujan, bukan pula oleh air keran. Entah mengapa mata ini menganggap dirinya sebagai awan. Dewa Langit-kah yang mengutusnya untuk menjatuhkan air mata semalaman?

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s