Meh!

Saat melintasi tempat yang dulu memiliki papan nama besar bertuliskan “Terminal Rawamangun” ini membuat berpikir miring: sedang dibangun apa tempat ini? Kantor yang di bawahnya terminalkah? Terminal yang di bawahnya pusat perbelanjaankah? Atau pusat penelitian satwa tropis yang di bawahnya adalah Markas Batman?

Saat baru selesai melintasi tempat yang sekarang berspanduk besar bertuliskan “Tiada Hari Tanpa Ngecor” ini aku kembali berpikir sedikit lebih miring: mengapa tidak terlihat papan proyek, ya? Kurang saksamakah aku dalam memperhatikan? Tertutupkah papan itu dari papan-papan nama loket bus yang berjejer rapi di sepanjang pagar luar tempat itu?

Saat mengetik tulisan ini aku berpikir lebih miring lagi: meh! Apakah aku punya peduli? Aku hanyalah seorang pejalan kaki. Barangkali kalau aku berprofesi sebagai wartawan iseng maka aku akan bertanya-tanya. Barangkali kalau hatiku sedang tidak gundah gulali seperti sekarang ini aku akan kembali lagi ke tempat tadi lantas menyapa penjaga pintu gerbang untuk sekadar iseng bertanya.

Meh! Lebih baik aku tegakkan pikiranku dan luruskan niatku untuk mencari mi rebus idaman yang tak kunjung ketemu.

View on Path

2 pemikiran pada “

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s