Kembali

Hening malam tiada dapat membungkam mulutku untuk terus melantunkan namamu; berharap suara ini dapat tembus sampai ke langit terujung. Bahkan di kegelapan petang dengan mata terpejam masih kutangkap pendar wajahmu; samar-samar bayangan itu menjelma dalam anganku sendiri mewujud malaikat berambut emas beruntai dengan sayapnya yang mengepak-ngepak nyaris terkepak. Engkau pergi di saat aku sedang belajar untuk berlari; agar dapat pula aku terbang tinggi mendampingimu mengitari bumi mendekati matari. Tanpamu di sisiku aku bagai pokok tanpa air; aku serupa senja tanpa teja. Maka dengan ini aku berpinta agar hidup seribu tahun lagi sampai kau kembali.

#edisimenototengahmalam

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s