Buset

Buset dah. Sampai mau berkata-kata saja gak bisa. Disingkat saja, lah. Intinya dulu pernah menulis di sini perihal nasi telah menjadi bubur. Maka bikin saja sekalian bubur ayam, biar enak. Tetapi dibikin bubur ayam sampai bubur manado pun tetap gak terasa enak. Haruskah aku bagaimana? Bilakah aku mengapa?

Oh iya. Purnamanya sedang indah. Aku tahu malam ini takkan ada bidadari khayangan yang turun ke bumi untuk mandi atau untuk apapun tujuannya. Tetapi bolehlah kiranya aku tetap di semak-semak sini: bersembunyi; lalu mengindik ke arah telaga sunyi demi mengamati bayangan purnama yang semakin tenggelam di permukaan air derita.

Hasyah.😀

2 pemikiran pada “Buset

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s