Gerundel

Purnama. Seharusnya. Tetapi malaikat penjaga langit barangkali sedang demam, jadilah selimut raksasa dibentangkannya. Menjadikan bidadari-bidadari khayangan kehilangan petunjuk arah, tidak bisa turun ke bumi untuk sekadar mandi.

Tampaknya music nib sedang mengalami ketenarannya pada masa sekarang ini. Bukan saja karena Noodler’s akhirnya mengeluarkan versinya, melainkan orang-orang seakan berlomba-lomba memamerkannya. Barangkali belum cukup disayangkan manakala mata pena jenis ini malah tidak banyak digunakan sebagaimana mestinya: menuliskan notasi musik. Tetapi yang sangat disayangkan adalah aku tidak \atau belum\ memiliki kesempatan untuk sekadar mencobanya apalagi memilikinya.

Koper yang beberapa hari lalu kugunakan dalam keadaan darurat ternyata ritsletingnya macet dan belum bisa dibuka. Haruskah aku tetap membiarkannya demikian sehingga sebagian besar koleksi Doraemon-ku tertelan di dalamnya untuk selama-lamanya? Ataukah aku harus membuka paksa dengan mengambil risiko beberapa isinya akan terluka untuk selama-lamanya pula?

2 pemikiran pada “Gerundel

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s