Talking Taboo: Writing About Sensitive Topics

Seringkali aku merasa takut untuk beropini atas sesuatu yang sensitif begini. Seperti misalnya perkara pilih-memilih capres-cawapres kemarin. Atau perkara siapa yang paling ganteng di antara Anjasmara, Rano Karno, aku, dan Rhoma Irama.

Bukan lantaran takut akan dicerca dan dinafikan orang-orang, sih. Tetapi lebih kepada kurang berani berekspresi dan takut salah. Padahal ya makhluk yang disebut sebagai manusia itu memang tempatnya luput dan salah, ya. Tinggal pilihan kita saja selanjutnya yang akan menentukan kita ini termasuk manusia agung ataukah rendahan. Yang tersebut pertama kali tentu akan bertanggung jawab atas semua kesalahannya. Kan?

“Dos” yang terakhir di tulisan ini tadi menurutku sangatlah penting, Saudara. Sebab dalam sekian waktu saja barangkali kita mendapatkan informasi tambahan yang dapat mengubah opini kita. Tentu hal ini amatlah memungkinkan mengingat kita sekarang hidup di era informasi sangat gampang didapat dan disebarluaskan.

Atau dengan begitu kita memiliki tambahan waktu untuk mengolah opini yang hendak kita publikasikan. Sekian.

The Daily Post

Over in the Commons for Writing 201, we’ve been working on finding our angles as writers. I’ve found myself responding to the same question from several bloggers: “I want to write about X, but I don’t want to seem too opinionated. What should I do?”

Hanging your opinion out on a global laundry line can be scary, especially when you’re writing about potentially contentious topics. We often tiptoe around those stalwarts of family dinner table arguments, politics and religion, but any issue on which two reasonable bloggers can differ can be divisive — and therefore scary — to tackle publicly. Human sexuality. Parenting decisions. Food choices. Who should win The Bachelor.

Today, let’s look at some dos and don’ts for writing about sensitive topics in ways that are both constructive and true to you.

First, a deep breath.

Before we delve into specifics, a pause and a deep breath for…

Lihat pos aslinya 783 kata lagi

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s