Jalan Acak

Seharusnya postingan ini kukirimkan ke sini melalui surel (email) tadi malam. Akan tetapi ternyata aku memang semakin melupa, sehingga tidak sadar kalau tombol Send-nya lupa kujawil.

Baiklah. Jadi begini, Saudara. Setiap kali aku merasa pikiran sedang banyak dipenuhi hal-hal buruk, aku akan keluar ambil jalan kaki. Kupikir dengan berjalan kaki maka pikiranku akan teralihkan kepada hal-hal yang kulihat atau kudengar di sepanjang jalan.

Jadi malam tadi aku keluar untuk ambil jalan. Ternyata banyak sekali hal menarik yang kulihat atau kudengar. Ketika melintasi trotoar di sebuah jalan yang gelap, kudapati sesuatu cahaya merah jingga di selokan. Awalnya aku pikir itu hanyalah bayangan bulan atau lampu di kejauhan. Akan tetapi malam tadi mendung dan tak ada lampu semacam itu di kejauhan. Kupikir lagi, apakah itu benda atau bahkan makhluk hidup fluoresens.

Maka kuamati lebih dekat dengan membungkukkan badanku. Barulah kusimpulkan bahwa ternyata itu adalah senter yang menyala yang entah bagaimana bisa berada di dalam selokan dan juga menyala. Pikiranku menjadi beralih kepada apakah senter tersebut antiair atau baru saja dijatuhkan atau bisa jadi terjatuh atau dibuang baru-baru saja.

Kemudian kutemui pula ada gerobak cilok bakar di halaman sebuah rumah besar. Aku berpikir apakah penghuninya berjualan cilok bakar? Kalau tidak, bagaimana gerobak itu ada di dalam situ? Pikiranku berkutat di sekitaran perkara tersebut untuk beberapa waktu.

Lalu kulihat pula di sebuah teras rumah terdapat bolam menyala yang diletakkan di lantai teras dan ditutupi oleh tempat sampah plastik yang berlubang-lubang. Apakah di situ terdapat ari-ari (plasenta) bayi yang dikubur? Aku pun bertanya-tanya masih membudayakah mengubur plasenta bayi ini setelah sebelumnya dimasukkan ke dalam kendi dan diisi benda-benda semacam cermin atau benang atau jarum atau pensil, atau kendi itu tidak dikubur melainkan digantung?

Kawanku bahkan berkata bahwa konon kabarnya di Singapura sudah ada semacam bank tempat menyimpan plasenta. Demi apakah gerangan plasenta disimpan? Konon pula bayi yang demam dapat diobati dengan air bekas celupan dari plasentanya sendiri. Apakah itu boleh? Benarkah? Pikiranku semakin mengembara ke mana-mana.

Kemudian tiba-tiba saja malam tadi ketika berjalan kaki mengitari kompleks perumahan pikiranku teringat akan skizofrenia yang baru saja kuketahui pada siang harinya ketika mencari tahu mengenai grup musik Fleetwood Mac. Aku pula baru mengetahui bahwa Fleetwood Mac bukanlah nama orang melainkan nama grup musik yang memang adalah gabungan dari dua buah nama personilnya. Pendiri grup ini, yang ternyata malah keluar, yaitu Peter Green ternyata pernah menderita skizofrenia.

Dari skizofrenia kemudian pemikiranku beralih kepada buku aneh yang dibaca oleh seorang rekan di kantor, judulnya “Psikologi Abnormal”. Aku pun bertanya-tanya apakah skizofrenia ada dibahas di dalam buku tersebut. Selain itu, pemikiranku pun beralih ke perkara semisal ADHD, film Shutter Island, dan serial Perception. Yang terakhir kusebut tadi ternyata (konon) adalah serial televisi yang menceritakan perjalanan seorang ahli skizofrenia dalam membantu FBI menangani kasus-kasus rumit.

Selesainya berjalan kaki malam tadi itu, aku pun menatap langit. Memang purnama atau bahkan bulan tidak tampak, akan tetapi pikiranku telah menjadi tenang. Aku pun berkesimpulan bahwa betapa rumit pemikiran manusia, dan betapa mudahnya aku kehilangan fokus. Sudahkah waktunya aku harus mengenakan kacamata kuda?

 

11 pemikiran pada “Jalan Acak

  1. beberapa penyakit konon bisa disembuhkan lewat penanaman sel “muda” dr plasenta… semacam cangkok sumsum tulang belakang itu… drpd mencari donor, paling baik ya “bagian” dr diri kita sendiri

    kmrn pas mau lahiran si kembar aku dirayu2 sama bank plasenta ini…πŸ˜›

    Suka

      1. ada. aku lupa namanya. searching aja

        anakku kan kembar… jadi kalo ada butuh donor, ya kembarannya aja to ya… hehehe (tp na’udzubillahi min dzalik… emoh ah… semoga si kembar selalu sehat dan dijauhkan dari penyakit2 serem kaya gitu)

        Suka

          1. hahaha… susah nih njawabnya… kalo menurutku, karena dia ga bernyawa, ya hampir sama kalo kaya ada anggota tubuh kita yg terpotong, nah, itu najis nggak? ini aku njawab ga pake ilmu sih… tp menurutku kalo selama ga dinajiskan ya berarti ga najis… sama kek semua yg ga diharamkan ya berarti halalπŸ˜›

            Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s