Ikhlas

Ikhlas itu berucap syukur sebanyak-banyaknya. Kan?

Lantas bagaimana dengan mengikhlaskan? Barangkali adalah mensyukuri semua yang kita miliki. Bagaimana?

Aku bersyukur memiliki rambut \setengah\ ikal. Aku bersyukur memiliki pekerjaan. Aku bersyukur memiliki sedikit teman.

Itu cukup. Dengan demikian aku tidak memedulikan betapa rambutku terkadang bisa menakutkan. Atau pekerjaanku terkadang membosankan. Atau pula teman-temanku yang tak jarang mengecewakan.

Aku bersyukur. Karena aku punya kalian, para pembaca diam. Semoga engkau yang di sana akan senantiasa mendoakanku mendapatkan kebahagiaan.

6 pemikiran pada “Ikhlas

  1. hohoho kemarin ngepas ngerasa banyak yang komentar rambut saya udah kepanjangan dan tidak beraturan… tapi ya syukurnya sih ke arah syukur ada waktu buat cukur merapikan rambut *ndak sempat2 mulu siho_O

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s