Teringat

Barangkali tidak seharusnya aku menuliskan ini. Akan tetapi demi kepentingan dokumentasi, ada baiknya setidaknya aku mencantumkannya di sini.

Barangkali aku membutuhkan semacam penutup. Kalian tahu, kan? Kalian minum air dari botol sampai habis. Lantas sebelum membuangnya, kalian meremas itu botol sampai menjadi berukuran kecil. Barulah setelah itu kalian membuangnya. Tentu, dengan tutup botol masih tetap berada di tempatnya. Lebih baik begitu, bukan?

Aku menyadari tutup botolku itu tidak berada di tempatnya. Maka aku merasa belum tuntas. Seperti semacam ada organ tubuhku yang hilang dicuri, dan itu bukanlah hal yang bagus.

Secara tidak sadar, barangkali itulah mengapa aku memiliki kebiasaan baru yaitu berjalan di tengah malam. Ya demi mencari tutup botol yang hilang itu, barangkali. Tetapi yang kutemukan bukanlah tutup botol melainkan seringkali hanya angin yang terkadang menyusup masuk ke tubuhku. Atau hal yang lain semisal bentol-bentol gatal akibat tusukan nyamuk.

Atau bahkan sesuatu yang benar-benar lain, seperti yang kutemui tadi malam. Jadi malam kemarin aku berjalan menyusuri sebuah kompleks perumahan yang sepi. Angin malam berembus menggerakkan dedaunan, menyebabkan bunyi sendu bercampur mistis.

Aku adalah orangnya yang pemberani berjalan seorang diri pada malam hari, selama masih kulihat bintang-bintang di langit. Akan tetapi malam itu keberanianku seolah tertelan oleh hawa mencekam dari rumah kosong yang kelewati. Sempat kulirik ke arah rumah itu demi mendapati ada sesosok bayangan hitam. Dengan mengumpulkan sisa-sisa keberanian aku pun dengan segera menoleh demi mendapati bayangan hitam itu menghilang.

Aku pun terus berjalan. Ketika melirik ke arah rumah itu lagi, kudapati sosok bayangan hitam menakutkan itu lagi. Akan tetapi ketika kutengok, bayangan itu menghilang lagi. Kupercepat langkahku, dan agaknya sosok hitam itu mengikutiku. Setiap kali aku melirik ke arah kanan, sosok itu terlihat. Akan tetapi ketika aku menoleh, hilanglah ia.

Hingga akhirnya aku sampai di depan rumah. Di bawah lampu neon yang terang, kudapatilah bahwa sesungguhnya sosok bayangan hitam itu adalah rambutku sendiri.

Tanpa sadar, ternyata rambutku sudah cukup gondrong untuk dapat menakutiku.

4 pemikiran pada “Teringat

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s