Cahaya Purnama Tengah Malam

aku terjaga di toilet ketika cahaya purnama jatuh di wajahku dari genting kaca
akankah diare reda setelah sekian lama?
masih terbuka celana yang tadi tidak sempat kugantung
terjatuh di lantai; di tengah malam tadi ia nampak begitu sepi dan merana

.
.
.

NB.
malam kedua diare membelit perut,
melilit sakit begitu rupa seakan seisi perut
terikat kencang oleh laso koboi;
tiba-tiba aku teringat akan sajaknya SDD

3 pemikiran pada “Cahaya Purnama Tengah Malam

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s