Hujan Tiba(-Tiba)

Tiba-tiba saja hujan turun dengan sangat deras. Aku pikir orang-orang di atas sana entah mengapa menahan kebeletnya untuk kemudian serta-merta beramai-ramai kencing membabi-buta. Hatiku pun kaget tak terkira karena tanpa peringatan atap teras yang terbuat dari seng ini menderu dengan hebatnya. Aspal jalanan pun basah seketika.

Tiga menit kemudian, langit pun senyap. Aku pun terkesiap. Ini bukan hujan yang biasa. Aku pikir pun dua hari yang lalu itu bukan tangis biasa. Seakan ada sisa dari masa lalu yang turut keluar serta.

4 pemikiran pada “Hujan Tiba(-Tiba)

  1. hujan=orang di langit pada kencing semua? hohoho metafora yang cerdas tapi jadi keliatan ndak suka hujannya nih… kalau hujan terus2an sih ya emang jadi gak nyaman..

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s