50/50

Suatu hari Adam, seorang jurnalis radio, pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan punggungnya yang dikeluhkan sering nyeri. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa di tulang belakangnya terdapat tumor/ kanker. Kemudian dia mencari tahu tentang penyakitnya itu, dan mendapati bahwa peluang untuk bertahan hidup sebanyak 50%.

Kira-kira begitulah cerita awal dalam film 50/50. Katanya sih film ini berkategori drama komedi, meskipun aku tidak melihat adanya kelucuan. Barangkali dikategorikan demikian untuk membedakannya dengan drama yang penuh dengan kesedihan belaka.

\Aku sudah dilarang mengucapkan kata “barangkali” berulang kali. Katanya kata itu tidak menunjukkan ketidakpastian dan ketidakyakinan. Bukankah memang dunia ini penuh dengan ketidakpastian?\

Film ini tidak terlalu berkesan sedih. Berkisah mengenai pengkhianatan cinta, persahabatan karib, hubungan anak-orang tua, dan segala yang mengumpulkan mereka: kanker.

Dari film ini aku belajar mengenai peluang. Tentu saja sang tokoh utama pada akhirnya selamat dari penyakitnya karena si penulis cerita menghendaki demikian. Peluang 50/50 tidaklah terlalu buruk, bukan? Sebagaimana dalam hidup ini, semua orang berpeluang 50/50 untuk bahagia. Kan? Maka aku pikir, sang penulis cerita kehidupan aku yakin menghendaki kita semua hidup bahagia. Karena itu, ayo!

 

7 pemikiran pada “50/50

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s