23 Desember 2 atau 3 tahun lalu

Jadi, baru saja aku membaca Weekly Writing Challenge: Ghosts of December 23rds Past di Daily Post-nya WordPress.com. Sangat menarik perhatianku, karena baru beberapa hari lalu aku menulis mengenai Hantu Masa Lalu. Menarik pula, karena beberapa hari lalu pula, dalam rangka membersihkan sebagian kamar, aku menemukan dua potong karcis bioskop bertuliskan tanggal 23 Desember.

Pada karcis tersebut tidak tertera angka tahun, tetapi jelas di situ disebutkan nama bioskop Ekalokasari dan judul film 22 Bullets. Aku pikir tahunnya adalah 2011. Tetapi aku masih sedemikian ragu, karena dari keterangan yang kudapatkan dari internet, film tersebut bertarikh 2010. Jadi kemungkinan besar karcis tersebut juga lahir di tahun tersebut.

Karena aku tidak menulis buku harian, jadilah blog ini kujadikan referensi primer. Kubuka tautan postingan bulan Desember 2011. Tepat 23 Desember 2011 terdapat postingan berjudul “Tebak Buah“. Bisa jadi aku menikmati es buah tersebut di Bogor dimana bioskop Ekalokasari berada. Tetapi aku masih kurang yakin, Saudara. Maka aku buka tautan postingan bulan Desember 2010. Maka segera saja kudapatkan tautan kenangan yang tepat dari postingan tanggal 23 Desember 2010 berjudul “Green Tea“.

Aku ingat bahwa pada tanggal tersebut aku memang melakukan perjalanan ke kota Bogor. Aku mengenakan kaos berkerah warna hijau, celana jins warna hitam, dan jaket warna cokelat. Jaket itu adalah jaket yang sama yang aku kenakan semasa Berteduh di Sea World. Silakan kalian lihat koleksi fotonya di postingan Dunia Laut. Di situ aku mengenakan jaket berwarna cokelat, bukan? Dan, hei! Bukankah itu satu tahun satu hari sebelum angka tanggal pada karcis bioskop tadi?

Tanggal 23 Desember 2010 adalah hari Kamis. Awal libur panjang barangkali adalah hari itu. Aku ingat pergi ke Bogor. Kemudian mengunjungi Botani Square. Kemudian makan siang di rumah makan di depannya. Masih satu kompleks. Aku makan nasi yang berwarna hijau, entah apa namanya. Minuman yang kupesan adalah teh hijau. Pun kopi aceh atau kopi sumatra lainnya. Di situ aku diajari bahasa Inggris. Bukunya berwarna biru. Yang mengajariku adalah seseorang berkacamata. Aku lupa; samar-samar wajahnya.

Kemudian entah bagaimana, dari situ kami menuju bioskop Ekalokasari tadi. Kami menonton film 22 Bullets. Film Prancis, sepertinya. Entah kami menonton bersama berapa orang lainnya. Sesudahnya aku hendak membeli dorayaki di depan bioskop. Tetapi sepertinya tidak jadi, karena tentu saja aku akan sangat ingat apabila pada saat itu aku menyantap kue kegemaran Doraemon itu.

Kemudian entah bagaimana, sepekan sesudahnya aku ingat bahwa aku sakit. Gambaran-gambaran dalam benakku ketika sakit itu sangatlah buruk. Jahat. Kelam. Makanya aku teringat betul. Dalam sakitku, aku menyesal karena ketika itu aku tidak pulang ke kampung halaman. Tanggal-tanggal segitu pada tahun lalu, aku pun melakukan penyesalan yang sama karena mengurungkan untuk pulang menemui Ibu. Tahun ini aku tidak akan sudi mengulang penyesalan yang sama. Maka pada malam ini, atas seizin Tuhan Yang Mahakuasa, aku akan pulang! Mohon doa dan restunya!

17 pemikiran pada “23 Desember 2 atau 3 tahun lalu

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s