Takaran Komposisi

Kemarin aku ke pasar, Saudara. Setelah sekian lama tinggal di Jakarta, baru kemarin itulah kali pertama aku masuk ke pasar tradisional dengan tujuan berbelanja. Memang bukan aku yang berbelanja, melainkan kawanku.

Singkat cerita, dia hendak menjadikanku kelinci percobaannya dalam hal mencicipi masakan eksperimentalnya. Tenang, Saudara. Aku sudah cukup kuat mental untuk muntah-muntah, mulut berbusa, kulit gatal-gatal, dan termencret-mencret di celana.

Dalam pada itu, waktu pun berjalan menemaniku menanti si kawan ini memasak. Aku tiba-tiba memiliki pemikiran begini: Bahwa dalam konsep memasak, tersebutlah mengenai komposisi bahan. Aku pikir komposisi bahan haruslah tepat takarannya, tidak boleh terlalu berlebihan.

Begini-begini aku pun pernah juga bereksperimen memasak, lho. Nasi goreng sajalah, yang lumayan mudah. Karena aku suka daun seledri, aku pikir dengan banyak-banyak memasukkan seledri, maka masakan nasi gorengku akan memiliki rasa yang lezat sekali. Ternyata nasi goreng buatanku itu malah menjadi berasa aneh dan berkurang pulalah kadar kelezatannya.

Aku lantas berkesimpulan bahwa dalam memasak, tidak boleh kita memasukkan bahan-bahan, walaupun kita menyukai suatu bahan tersebut, secara berlebihan sekali.Β Begitu pula dengan masalah lain. Aku rasa aku bisa menganalogikannya dengan pemberian perhatian. Aku pikir tidak bagus pula hasilnya mana kala kita memberikan perhatian lebih sekali kepada orang lain.

Kan?

13 pemikiran pada “Takaran Komposisi

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s