Niat Baik yang Tulus

Aku pikir niat baik itu cukup segera dilaksanakan. Ternyata tidak boleh hanya itu, Saudara. Kita harus banyak-banyak mempertimbangkan apakah niat baik kita itu harus benar-benar kita laksanakan ataukah tidak perlu.

Kasusnya begini. Kita niat baik secara tulus untuk membantu seseorang yang kita pikir membutuhkan bantuan itu. Dia memang membutuhkan bantuan tersebut, tetapi ternyata dia tidak membutuhkannya dari kita. Dia membutuhkan bantuan itu tetapi lebih baik orang lainlah yang memberikannya.

Barangkali memang susah mengerem niat baik begini. Kita ngotot melaksanakannya, tetapi hasilnya sungguh di luar dugaan karena niat baik kita bisa ditafsirkan tidak baik.

Sebenarnya batasan antara peduli dan ikut mencampuri hidup orang lain itu apa, sih? Menurutku kita tidak cukup peduli kalau tidak sampai mencampuri. Tinggal bagaimana mencampurinya, sampai sebatas mana kita boleh dan tidak boleh mencampuri kehidupan orang lain. Barangkali itu yang harus kita tahu sebelum melaksanakan niat baik yang tulus kita itu tadi.

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s