Nalub Amanrup

Purnama di balik dedaunan di Malang
Purnama di balik dedaunan di Malang

Relung Semeru mengintip dari balik semak. Dilihatnya Purnama berpilu. Rona wajahnya memucat dan semakin berjerawat.

Berkatalah Relung Semeru kepada Pohon Angsana di atasnya: “Apatah hal kiranya penyebab Sang Purnama gundah gulana demikian, wahai Angsana?”

Angsana menjawab sembari menyibak-nyibak rambutnya yang tertiup angin: “Kukira adalah kesepian gerangan penyebabnya, duhai Relung Semeru.”

“Bagaimana kesepian, kiranya ia sudah dikelilingi banyak bintang?”

“Kurasa Purnama merindu bidadarinya.”

\Pengennya mau bikin narasi puitis-puitis gitu, kok dapetnya malah dialog beginian. Hadeuh~\

Nuansa malam di Malang saat purnama
Nuansa malam di Malang saat purnama

2 pemikiran pada “Nalub Amanrup

    1. Iya dong. Makan apa dulu tadi… 😛

      Jepret pake hape tadi. Itu pan di pertigaan. Pas pada merah semua, ternyata gak bagus keliatan sepi gitu. Pas pada jalan, jadi bagus gini deh.

      Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s