Surat Panjang

Kemarin aku ke Gramedia Matraman, Saudara. Lagi. Setelah Sabtu kemarinnya pun ke sana. Ada apakah gerangan? Tujuan utamanya adalah “mengambil” pulpen pesanan yang akhirnya ada.

Cerita pulpen barunya nanti saja. Kemarin itu aku pun ke rak-rak buku. Melihat-lihat apakah ada buku yang sekiranya menarik. Untunglah ada. Kubeli dua buah buku. Salah satunya inilah yang hendak kubahas dalam postingan kali ini.

Judul bukunya adalah “Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya”. Pemenang unggulan Dewan Kesenian Jakarta tahun lalu, Saudara. Buah karya Dewi Kharisma Michellia. Dari melihat judulnya saja, aku sudah jatuh hati. Betapa tidak, Saudara? Surat? Panjang pula? Tahun cahaya?

Aku pastikan beberapa dari kalian mengira bahwa tahun cahaya adalah semacam besaran atau satuan untuk waktu. Salah. Tahun cahaya adalah satuan untuk menyatakan jarak, lebih tepatnya adalah panjang jarak yang ditempuh oleh cahaya selama satu tahun. Kan?

Mengapa buku itu menarik perhatianku? Karena kupikir ini adalah karangan satu arah. Jadi tanpa dialog dan segala macamnya. Kan?

Sepanjang yang sudah kubaca, buku ini berisi surat-surat yang tak terkirim dari seorang perempuan lajang usia 41 kepada Tuan Alien, teman masa kecilnya. Mereka berdua memiliki kedekatan khusus, tetapi akhirnya memutuskan untuk “berpisah” dan menjalani kehidupan masing-masing semasa mereka kuliah. Hingga pada suatu ketika Tuan Alien mengirimkan undangan pernikahannya kepada si perempuan penulis surat.

Seakan aku ikut merasakan kesepian yang dialami si perempuan ini. Kubaca buku ini baru sampai halaman 48. Tetapi aku sudah larut di dalamnya. Aku tiba-tiba terkenang akan masa kecilku, akan sahabatku Kae, betapa aku teramat merindukannya, terlebih setelah kualami masa kelam akhir-akhir ini.

Aku membayangkan si Kae menulis surat untukku. Kira-kira apa yang ingin ia ceritakan kepadaku, ya? Betapa ia sekarang berteman dengan cacing-cacing di kuburnya? Atau betapa ia pun teramat merindukanku?

“Surat Panjang dari Dalam Bumi Teruntuk Permukaan Bumi”. Haha. Barangkali aku harus menulis ini. Bagaimana?

2 pemikiran pada “Surat Panjang

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s