Mengudara: Bukan Cinta Berbalas

Hai sayang, jangan takut jangan resah
Bila lampu kamar mulai dipadamkan
Ku kan selalu menyanyikan lagu ini
Hingga nanti kau tidur berselimut mimpi

Jangan lupa esok kita punya janji
Semakin cepat kita tidur
Semakin cepat kita bertemu Dorami

Berdoalah sebelum kita tidur
Jangan lupa cuci ketek-ketekmu
Jangan lupa doakan mama papa kita

Jangan takut akan gelap
Karena gelap melindungi diri kita
Dari Om Drakula

Selamat malam, Saudara pendengar sekalian. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, Farijs Manijs. Masih mengudara di gelombang 303058 FM Radio Masibalita “Memainkan musik terbalik di Jakarta”, dalam acara yang pasti dinanti-nanti: “Bangbangtur, Tembang-tembang Pengantar Tidur”.

Bagaimana kabar pendengar di rumah? Semoga kabar Anda sekalian baik-baik saja.

Saudara pendengar, malam Jumat ini udara terasa dingin. Untuk itu, kami himbau agar jangan lupa menutup pintu dan jendela dan juga mengenakan baju hangat atau suwiter.

Baiklah, untuk mengusir angin agar kita semua tidak masuk angin, akan kami putarkan sebuah nomor manis dari Dewa 19 berikut ini. Pupus.

Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu

Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara

Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku

Semoga waktu akan mengilhami sisi hatimu yang galau
Semoga akan datang keajaiban hingga akhirnya ibu mau
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Tentu kau sudah pernah tahu

Cinta memang anugerah yang indah yang diberikan untuk manusia di dunia. Namun apa daya, cinta dapat pula menjadi prahara.

Saudara pendengar dimana pun Anda berada. Tema pada malam hari ini adalah tentang “Cinta Tiada Balas” atau “Cinta Bertepuk Sebelah Tangan” atau “Cinta Tiada Persetujuan” atau “Putus Cinta Dirundung Malang”.

Kepada Saudara pendengar sekalian, yang sedang ditimpa kemalangan karena cinta, kami undang Anda untuk curhat di sini. Silakan, Saudara, tidak perlu ragu-ragu, pakailah sepatumu, ayo tuangkan kisahmu dalam kolom komentar di bawah ini.

Betapa bunga indah tersenyum manja padaku
Tapi cintamu terlebih anggun dalam jiwaku
Walaupun bintang bersinar terang di langit tinggi
Tak akan mungkin mengganti dirimu, oh
Sayangku untukmu

Andaikan nanti badai menerjang kejam dan keji
Melanda sedih taman dan bunga berkali-kali
Tak putus asa aku usaha luluhkan hati
Kembali pasti cintamu cintaku, oh
Bersemi abadi

Demikianlah tembang dari Koes Bersaudara yang dipesan oleh keluarga Mas Yanto di Pekalongan yang dikirimkan untuk keluarga Bu Eni di Bogor dengan pesan “Mohon maaf lahir dan batin”.

Saudara pendengar yang budiman, bagi Anda yang mau pesan-pesan lagu atau mau kirim-kirim salam, silakan saja isi kolom komentar di bawah ini. Dan bagi Anda yang mau curhat tentang cinta, entah cinta keluarga atau cinta lingkungan, masih tetap kami tunggu.

Nah, Saudara. Sejenak mari kita simak sebuah tembang manis dari The Penampakanz berjudul “I’m Lost Without You” yang dipesan oleh Neng Ayu di Jalan Nangka untuk Mas Gendut di Jalan Muka Timur. Selamat mendengarkan.

It’s been a month since our last fighting
We were so childish like kids fighting for candies
I made you cry, you made me cry, you made us cry
And the rain’s never stop since

I’m lost without you, I’m so lost without you
I can’t see the future, I’m so blind without you near me

Now that we’re apart
Still bring you in my heart
But there’s something missing
Incomplete without you

Masih di gelombang 303058 FM Radio Masibalita “Memainkan musik terbalik di Jakarta”, masih di acara “Bangbangtur, Tembang-tembang Pengantar Tidur”.

Tulululuuuuut tulululuuuut… ♪

Ada telepon masuk ke setudiyo, Saudara pendengar. Mari kita angkat. Bagi Anda yang mau kirim-kirim salam, atau kirim-kirim makanan, masih tetap kami tunggu.

“Radio Masibalita, selamat malam!”

“Selamat malam. Koh, ini Asep yang tadi.”

“Iya, Bapak Asep. Bapak Asep dimana?”

“Asep lagi di kamar mandi pan dari tadi. Nganu, Koh…”

“Maksud saya, Bapak Asep tinggal di mana?”

“Ya Asep tinggal di rumah, lah. Ini, Koh. Saya yang tadi pesen batu bata. Ternyata batu batanya kurang. Masih ada setok nggak, Koh?”

“Loh, Bapak Asep ini mau menelepon siapa, sih? Ini Radio Masibalita, Pak.”

“Hah? Radio? Bukannya ini toko materialnya Koh Acong, yak?”

“Bukan, Pak. Ini Radio Masibalita, Bapak ada dalam acara Bang Bang Tur. Silakan kalau mau kirim-kirim salam.”

“Owalah, salah sambung tah? Kalau gitu saya mau kirim salam saja, deh.”

“Silakan, salamnya buat siapa, Bapak Asep?”

“Salamnya buat Koh Acong. Koh Acong, ini Asep. Mau pesen batu batanya lima truk lagi.”

“Waduh, masih juga pesan material di sini. Tidak apa-apa. Salamnya kita sampaikan.”

Demikianlah, Saudara pendengar. Bapak Asep di … dimana tadi, ya? Di kamar mandi, ya? Kepada Koh Acong dimana pun Anda berada, Anda baru saja mendapatkan pesan dari Bapak Asep untuk mengirimkan batu bata sebanyak lima truk lagi.

Saudara pendengar yang budiman. Untuk menghangatkan suasana pada malam nan dingin ini, akan kami putarkan lagu manis dari Sheila On 7 berikut ini. Selamat menyimak.

Tak seharusnya kita terpisah
Tak semestinya kita bertengkar
Karena diriku masih butuh kau

Maafkanlah sikapku, lupakanlah salahku itu

Terlalu bodoh untuk diriku
Menahan berat jutaan rindu
Apalagi menahan egoku

Maafkan sikapku, lupakanlah salahku
Luapkan kepadaku

Takkan kubiarkan kau menangis
Takkan kubiarkan kau terkikis
Terluka perasaan oleh semua ucapanku

Maafkanlah semua sifat kasarku
Bukan maksud untuk melukaimu
Aku hanyalah orang yang tidak percaya diri
Bila kau tak di sampingku

Bila engkau tidak di sampingku. Sungguh lagu yang menyentuh, bukan?

\Bayangkan saja, backsound-nya adalah Hotelier OST – Geu Dae Nae Ge Oh Neun Nal.\

Saudara pendengar yang berbahagia dimana pun Anda berada. Tadi secara off air kami menerima telepon dari Saudara Zet, bukan nama sebenarnya. Saudara Zet ini curhat masalah cinta tak direstui. Jadi Saudara Zet ini telah menjalin hubungan asmara dengan seorang gadis bernama Bunga, bukan pula nama sebenarnya. Hubungan ini telah terjadi cukup lama, bertahun-tahun. Namun Saudara Zet ini urung melulu dalam melamar si Bunga. Alhasil orang tuanya Bunga menjadi tidak simpati lagi dengan Saudara Zet dan meminta keduanya untuk memutuskan hubungan.

Saudara Zet merasa teramat menyesal. Namun apalah daya, nasi telah pun menjadi bubur. Saudara Zet menginginkan kesempatan yang terakhir kali untuk memperbaiki kesalahannya. Akan tetapi orang tua si Bunga tidak memberikan. Saudara Zet ini meminta saran dan nasihat dari Saudara pendengar sekalian apa dan bagaimana yang harus ia perbuat.

Memang tidaklah mudah menyatukan dua keluarga atas nama cinta, Saudara pendengar. Banyak lika-liku dan jalan terjal yang harus dilalui. Namun toh apabila telah sampai kepada tujuannya, niscaya kebahagiaan akan memulai babaknya yang baru.

Kepada para pendengar, apabila memiliki saran ataupun nasihat untuk Saudara Zet, silakan menuliskannya pada kolom komentar di bawah ini.

===

Silakan simak siaran radio lainnya di tautan ini.

2 pemikiran pada “Mengudara: Bukan Cinta Berbalas

  1. Saudara Zet harus segera memantapkan hati untuk menikah. Saat niat sudah lurus dan mantap, insyaallah jalan akan terbuka… Perbanyaklah sholat hajat.

    Apabila masih ditolak juga, datanglah melamar dengan didampingi orang tua. Lamaran saudara Zet pasti akan lebih didengar. Perkara masih ditolak juga?! Ya wallahualam…. *kok-jadi-serius-gini

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s