Pena Lama Ditemukan

Akhirnya aku menemukan pena lamaku.

Kalian tahu ia ada di mana? Ternyata ia bersembunyi di laci meja kantor. Aku bilang pernah punya pena murah dengan kondisi patah di sambungan dan batangnya, kan? Nah, ternyata tidak patah melainkan longgar di sambungannya itu, Saudara.

Awan mendung tidak jadi datang sore ini karena ada banyak hal bisa kuceritakan mengenai ini pena. Ujung penanya tajam, sama sekali tidak lembut kalau digunakan untuk menulis. Maka jangan sekali-kali berpikiran menggunakan ujung penanya untuk kerokan. Terukir tulisan semacam Sailor dan F-8. Sailor si pembuat pena itu? Tetapi tanpa logo jangkar. Aneh, bukan? F barangkali untuk tiFis.

Tinta dari pelornya terasa kental dan pekat, bukan cair seperti tinta botol. Lebih mendekati air liur dibandingkan air seni. Karena itulah barangkali membersihkan penyuap tintanya susah sekali. Barangkali pula karena sudah lama mengering. Begitu?

Kurendam berkali-kali di dalam segelas air
Kurendam berkali-kali di dalam segelas air

Kemudian apalagi, ya?

Ujung pena
Ujung pena

Oh, iya. Pulpen ini gampang dipreteli.

Pretelan Pulpen
Pretelan Pulpen

Cukup sekian saja, Saudara. Senja telah pun tiba. Wassalam!

NB.

Vulpen adalah bahasa Belanda. Fountain pen adalah bahasa Linggis. Pulpen adalah bahasa Indonesia. Pena adalah tanpa isi tinta.

7 pemikiran pada “Pena Lama Ditemukan

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s