Pena

Sudah semenjak kecil aku tertarik dengan pena.

Waktu kecil, pertama kali aku tahu bahwa alat tulis tak hanya pulpen dan pensil. Ada pula pena. Pamanku memperkenalkannya.

Waktu membesar \beranjak besar, maksudnya\ ada seorang kawanku sekelas membawa tinta ke mana-mana. Rupa-rupanya dia pakai pena.

Kemudian aku pun membesar dan semakin besar. Suatu hari aku melihat pena di deretan pulpen-pulpen dan pensil. Langsung aku beli pena itu. Pena murah itu kupakai beberapa waktu untuk kemudian patah di sambungan pegangan dan batangnya.

Aku kemudian membeli pena baru. Kali ini pena untuk menulis indah alias kaligrafi. Dengan pena ini aku pun sukses mengguratkan tulisan-tulisan aneh dan mencoret beberapa baju.

Hari berganti hari, bulan berubah tahun. Sebulan lalu aku pun membeli pena baru (untuk menulis). Bentuknya mirip dengan pena murah waktu itu. Aku pun lantas mulai mempelajari perihal pena. Ternyata pena itu beraneka ragam, beraneka bentuk, dan beraneka tingkat kemahalan.

Karena penasaran, maka aku pun memutuskan untuk membeli pena lagi. Akhir pekan kemarin aku pun memutuskan untuk membeli pena baru. Maka betapa sungguh beruntung aku di saat membeli pena itu karena aku mendapatkan kesempatan mengambil undian. Ternyata aku memenangkan sebuah pena lagi. Oh, oh~

Pena-penaku
Pena-penaku

Begitulah kisah pena-penaku. Bagaimana dengan penamu?

16 pemikiran pada “Pena

  1. yg kuingat cuma pena ayahku… kalo nulis pake itu hasilnya jadi bagus…

    Ada sih pena mz nug dikasih kantor waktu dia pindah dari PMA. Mahal, tapi ga pernah dipake. Kalo pena ga pernah dipake bisa rusak ga sih?! *ga-tau-tu-pena-mau-diapain

    Suka

  2. aku juga suka beli pena…. pakai sesekali, dan nyelip ntah kemana. Pernah punya pena Sheaffer untuk caligrafi satu set… itu pun akhirnya ntah kemana. Ngga awet, tapi masih simpan satu Mont Blanc sampai sekarang (tanpa dipakai)

    Suka

    1. Wah, sayang banget tuh ilang-ilang gitu, Bu. Mending buat saya aja. Hwehe.πŸ˜€

      Mau beli Montblanc, tapi rasa-rasanya gimana~ gitu. Berasa kurang pantas, karena image Montblanc seakan terlalu mewah.

      Suka

    1. Pulpen-pulpen yang itu belinya di Gramedia sama TGA.

      Pena untuk kaligrafi? Mau yang gimana? Yang model celup apa model kek pulpen gini? Kalau yang celup waktu itu aku beli di Gramedia Mall Kelapa Gading. Kalau yang model pulpen, ada banyak macam di Gramedia atau TGA, asal ada stand rOtring atau Sheaffer atau Lamy.

      Suka

  3. sama dengan saya dong masbro,sejak SD kelas 2 sampai sekarang dah ga ke hitung berapa pena udah saya beli,tapi yang murah kaya merk2 klasik Hero,Hover,parker,pilot udah saya cobain semua,dan ada merk nya islam yang bisa nulis 2 jenis tulisan kaligrafi+tulisan biasa,,,saya biasa beli di Toko Purbasari cikarang dulu paling lengkap ini toko,nanti kalo libur kerja saya mau hunting lagi Hoby saya dulu (^_^) salam Kenal masbro,,,,,

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s