Miliaria Bukan Malaria Apalagi Miliarder!

Ketika aku melakukan pencarian dengan kata kunci biang keringat dan musim kemarau, muncullah hasil sebagai berikut:

Hasil Pencarian "biang keringat dan musim kemarau"
Hasil Pencarian “biang keringat dan musim kemarau”

Dari sekian situs web hasil pencarian tersebut, ternyata memang biang keringat itu penyakit untuk bayi dan anak-anak. Maka aku adalah salah seorang dari segelintir dewasa dengan tubuh penuh biang keringat. T~T

Sejatinya April masihlah termasuk ke dalam musim kemarau. Maka wajarlah jikalau ruam-ruam masih menjalari kulitku. Menjadi tidak wajar karena hujan turun dalam beberapa hari ini. Termasuk pada saat sekarang ini ketika aku sedang mengetikkan tulisan ini. Lihat saja gambar di atas, terlihat layar komputerku terkena titik-titik air hujan, bukan?

Boleh jadi memang benar bahwa biang keringat diakibatkan oleh keringat. Namanya juga biangnya alias sarinya keringat. Kan? Setelah kuselikilidiki, rupa-rupanya aku akan lebih banyak mengeluarkan keringat apabila kegerahan atau kepanasan. Kalian juga begitu?

Jadi alur logikanya adalah begini:

Musim kemarau itu identik dengan terik, gerah, dan panas. Kan? Maka tubuhku akan berkeringat lebih banyak. Bukan saja karena tubuhku penuh lemak, tetapi juga karena kelenjar keringatku tergolong aktif. Kan? Karena pada dasarnya aku malas mengganti baju meski baju sudah basah keringatan, maka tubuh ini sering terpapar oleh keringatku sendiri, atau dengan nama lain “mandi keringat”.

Ternyata itu adalah logika salah, Saudara. Biang keringat itu terjadi akibat penyumpatan pori-pori kelenjar keringat. Maka apabila pori-pori ini tertutup, misalnya karena memakai baju dengan bahan tidak ramah keringat \tidak menyerap keringat, maksudnya\, keringat akan memaksa untuk keluar kemudian terhalangi. Keringat tersebut akan ngambek hingga pada akhirnya mengamuk dan mengeluarkan kegatalan.

Sekian analisis kita hari ini mengenai ruam, miliaria, dan biang keringat. Siapa mau kusumbangi biang keringat?

6 pemikiran pada “Miliaria Bukan Malaria Apalagi Miliarder!

  1. sebenernya biang keringat itu biasa terjadi pada anak dan bayi karena mereka gak bisa ngelap keringat kan? kalo kita kan kalo keringetan bisa dilap. dan kalo tiap keringetan selalu dilap kering, pasti gak akan jadi biang keringat…

    Suka

    1. Masalahnye, keringetannye seringnye pas tidur. Gimane mau ngelap?😦

      Keknya udah dari kecil deh aku selalu biang keringat tiap kemarau. Dan tahun kemarin malah sepanjang tahun.

      Suka

  2. Memang harus menjaga kesejukan ruangan sih biar tidak biang keringat. Kalau saya belum pernah sih, anak saja pernah waktu mudik tahun lalu, karena Medan sedang gerah bukan main.

    Suka

  3. kalo anak-anakku tak mandiin pake detol. satu bak mandi itu dicampur detol 1 tutup botol mas..
    trus, pakaian usahakan yang nyaman dan menyerap keringat (karena ternyata tidak semua bahan kaos/katun menyerap keringat loohh). setiap keringetan usahakan ganti baju.

    *bukan penjual detol atau kaos menyerap keringat, apalagi yang punya pabriknya*:mrgreen:

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s