Penuh

Kata penuh seringkali kita dengar sebagai pengiring beberapa kata benda. Beberapa dari beberapa kata benda itu sangat menggambarkan keadaanku saat ini. Apa sajakah?

Salah satunya adalah perut. Sekarang aku mengalami perut penuh akan makanan dan angin. Untuk itulah aku duduk di pojok toilet demi meredakan deritanya.

Dari tempatku duduk saat inilah kata benda berikutnya muncul: bulan. Yak! Bulan penuh alias purnama.

Kemudian ada satu kata lagi, tetapi bukan termasuk kata benda. Kata apakah gerangan? Ialah kata heran. Demikianlah mereka apabila kurangkum dalam sebuah kalimat: “Hatiku takjub sekaligus penuh heran begitu lampu toilet tiba-tiba padam tanpa kuperintah.”

Sekian.

14 pemikiran pada “Penuh

  1. Penuh..
    Di jalan deket kantor saya tadi air di selokan penuh sekali sampe-sampe selokan tak sanggup menampung semua air, dan itulah yang di sebut banjir,,,, 😀

    Suka

      1. oh iya yang anda katakan benar,
        itu hanya sebuah genangan,
        bukan banjir seperti yang saya utarakan tadi….😀

        Suka

          1. kalau ketimur saya rasa tidak bisa karena sudah mentok sama tembok, kalau seandainya keselatan saja bagaimana???😀

            Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s