Mantan

Dulu ketika SMA pernah diberi tahu mengenai nilai rasa suatu kata. Entah oleh guru bahasa entah oleh siapa, aku lupa. Mengenai peyorasi, ameliorasi, penyempitan makna, juga perluasan makna, dst.

Mengenai kata “mantan” dan “bekas”, Saudara. Dulu itu aku diberi tahu bahwa kata “mantan” digunakan untuk menggantikan kata “bekas” tertentu agar nilai kepantasannya lebih tinggi. Lantas baru saja aku membaca artikel pada laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan tajuk “Dari Manakah Asal Dan Makna Kata Mantan?“. Artikel ini membenarkan penggunaan kata “mantan” untuk menggantikan kata “bekas” apabila untuk menyebut profesi-profesi terhormat semisal mantan presiden, sementara kata “bekas” tetap dipakai untuk menyebut profesi-profesi kurang terhormat semisal bekas penjahat.

Sementara itu, aku baca hariandetik.com edisi sore kemarin, ada tertulis “Ajal Brutal Wanita Paling Berani: Bekas Wali Kota Tiquecheo…”. Bagaimanakah ini?

4 pemikiran pada “Mantan

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s