Aku Cedih

Aku cedih ♪ duduk cendili ♪
Mamah pelgi ♪ papah pelgi ♪
Oh icuh dia ♪ meleka atang ♪
Hatiku cenang ♪ dan baagyah ♪

Tadi pagi kutonton sebentar sebuah acara di televisi; memperbincangkan ketersohoran bahasa gaul di kalangan anak muda.

“Ciyus? Miapah?”

Benar juga. Sekarang bahasa gaul semakin mendekati bahasa bayi. Kan?

Seorang pakar dan pemerhati bahasa di acara tersebut menerangkan bahwa menurutnya kecenderungan anak muda dalam menggunakan bahasa gaul alih-alih bahasa baku tidak perlu dikhawatirkan. Pendapatnya berbunyi bahwa kecenderungan tersebut akan memudar seiring dengan bertambahnya kedewasaan. Semakin tinggi jenjang pendidikannya, maka semakin matanglah seseorang dalam berbahasa. Kan tidak mungkin menyusun skripsi menggunakan bahasa baku, katanya.

Aku mencemaskan satu hal saja, Saudara. Apabila pengajaran berbahasa di sekolah tidak mencukupi, bukan tidak mustahil para anak muda sekarang ini dewasanya akan sangat kesulitan menyusun skripsi mempergunakan bahasa baku. Kan masih banyak di antara kita para anak tua masih saja salah mempergunakannya?

Coba aku tes kalian, Saudara. Di antara kata-kata berikut, manakah sebenarnya tergolong kata baku?

nasihat
nasehat
acehat

10 pemikiran pada “Aku Cedih

    1. Wah, betul sekali. Pintar! 😀

      Nah, Saudara ini jeli sekali. Betul, memang saya sengaja menulisnya secara keliru untuk menjajal konsentrasi para pembaca. Halah, alasan saja. Hwehe. :p

      Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s