Merah

Meski ini sama-sama merah, tetapi ini bukanlah darah.

Ingin rasanya aku mendekat ke arah suara pengumuman:

“Selanjutnya adalah Kambing Nomor 51 atas nama Bapak Thohari bin Toha dari RT 3 RW 12.”

Akan tetapi, kaki ini sudah gemetaran terlebih dahulu. Ngeri rasanya membayangkan saja saudara-saudaraku dibantai satu per satu, apalagi turut menyaksikannya langsung.😀

Jadi inilah perayaan kurban, Saudara. Gegap gempita suara ’embeek’ dan ‘moo’ berseru memeriahkan. Gema takbir berkumandang di mana-mana, sepanjang empat hari empat malam ini. Damai rasanya.

Selamat merayakan Iduladha, Saudara.

4 pemikiran pada “Merah

    1. Karena seru, Bu. Seru sekali. Betapa mengasyikkannya melihat sekumpulan hewan di satu tempat. Mirip seperti pergi ke kebun binatang, begitu.

      Lagipula, bagi pengurban dianjurkan untuk melihat secara langsung penyembelihan hewan kurbannya, Bu.

      Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s