Makanan Nostalgila

Kemarin malam, aku pergi ke pasar swalayan. Begini begitu begini begitu. \Bla bla bla, maksudnya.\ Nah, ketika tiba di rak roti-rotian \rotinya sih roti beneran\ ada satu ibu, satu ayah, dan dua anak \Jadi jumlahnya berapa, anak-anak?\ sedang berada di lorong situ juga.

Sang ibu berkata kepada si ayah, “Ayah besok bawa roti aja. Nanti pakai selai.”

Lantas bagaimanakah komentar si ayah? Sesungguhnya ia adalah ayah berujar, “Ayah biasanya pakai margarin dikasih gula itu loh.”

Komentar tersebut lantas menimbulkan pemikiran bodoh dari dalam kepalaku. Begini: Lah? Sampai sudah punya anak dua bagaimana bisa sang ibu tidak tahu kesukaan si ayah dalam melapisi tangkupan roti tawarnya?

Dengan begitu aku pun mengambil sekantung roti tawar berikut satu wadah margarin Pita Biru. Maka beginilah sarapanku pada keesokan paginya:

Roti tawar, margarin, dan gula
Roti tawar, margarin, dan gula

Roti tawar dengan dilapisi margarin dan gula semacam ini adalah makanan mewah ketika aku kecil. Ketika aku badannya sudah sebesar sekarang ini, maka hidangan ini adalah hidangan nostalgila nostalgia. Adakah di antara kalian menyukai makanan ini ketika kecil dahulu? Atau bahkan sampai sekarang pun?

Berikutnya adalah sebuah foto dari puding di dalam perut orang lain sekarang mana kala tadi siang tidak kumakan. Bentuknya lucu, bukan?

Puding kepala beruang
Puding kepala beruang

Bentuk kepala beruang ini mengingatkanku akan kue putu ayu buatan ibundaku. Jadi, Saudara, ketika kecil dahulu, ibundaku sering membuatkan kami, anak-anaknya, kue putu ayu. Nah, kami punya cetakan kue berbentuk beruang, lengkap sebadan-badannya. Akan tetapi kami hanya punya satu buah. Jadilah ketika ibunda membuat kue putu ayu, kue putu ayu dengan cetakan beruang inilah selalu laris menjadi rebutan. Maka daripada membuat keributan, jadilah kue putu ayu seekor beruang itu kami bagi. Karena aku anak paling awal, jadilah aku berhasil mendapatkan kepalanya. Haha!

5 pemikiran pada “Makanan Nostalgila

  1. wah iya.. dulu pas kecil juga suka tuh pake margarin dan gula. apalagi kalo rotinya ditoast, lebih enak lagi.

    kapan2 bikin gitu ah….πŸ™‚

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s