Apel

Postingan kemarin itu, Saudara, Lalat Tikus, sejatinya diberi judul “Jemuran Lalat” karena itu lalat hinggap di tali jemuran. Barangkali lalat itu sedang tidur sore makanya aku dapat memotretnya begitu dekat. Mungkin saja lalat seperti halnya ikan: bisa tidur tanpa menutup mata. Kan?

Aku adalah penyuka apel. Maka beginilah wujud apel sebelum kumakan siang tadi. Bagaimana?

12 pemikiran pada “Apel

  1. bos saya kan agamanya budha, kalo apel seperti itu dibuat sembayang sama dia, kalo udah habis buat sembahyang dikasih ke anak buahnya deh..nggak cuma apel kadang jeruk sama buah pear malah kadang pake kelapa muda…hehehe
    BTW kalo mau tahu berita seputar jakarta silahkan kunjungi
    http://108jakarta.com/
    ada berita jakarta hari ini, ada artikel kulliner dan artikel betawi tempo dulu
    terima kasih ya sebelumnya kalo mau berkunjung

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s