Hujan Angin

Langit menghitam. Seakan Sang Penguasa sedang menguasnya pakai cat minyak. Maka tidaklah mengherankan jikalau angin sedang ribut sejadi-jadinya. Mereka pun saling melemparkan segala debu dan titik-titik air.

Aku adalah orangnya sedang berada di dalam sebuah warung tenda. Sate kambingku sepuluh tusuk sedang berusaha keras dibakar oleh abang penjualnya. Semoga hujan bersabar untuk tidak turun sebelum sateku jadi hingga aku pun dapat pulang ke rumah.

4 pemikiran pada “Hujan Angin

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s