Klem Kertas

Klem Kertas (Binder Clip)
Klem Kertas (Binder Clip)

Klem kertas (binder clip) sering dianggap sebagai benda remeh-cemeh karena tersedia banyak di kantor. Padahal fungsinya sebagai pemersatu lembar demi lembar kertas tidak dapat digantikan oleh benda lain. Apabila lembaran kertas tidak begitu banyak, boleh saja menggunakan klip kertas (paper clip). Akan tetapi kalau ingin menyatukan lembaran kertas bertumpuk-tumpuk sehingga tebal, tentulah klip kertas tak sanggup mengerjakannya. Kan begitu?

Klem kertas sering digunakan untuk menggabungkan lembaran-lembaran naskah kontrak atau dokumen lainnya sebelum kemudian dijilid atau dikokot (staple). Bisa juga digunakan untuk menjepit kertas atau tumpukan kertas pada sebuah papan landasan menulis (writing pad) sehingga bisa dibawa ke mana-mana dan mudah untuk ditulisi. Apabila sedang tidak dibawa bepergian, boleh juga disimpan dengan cara digantung di dinding karena klem kertas memiliki dua buah tangkai berlubang sebagai kaitannya. Demikianlah sehingga fungsi klem kertas dapat dikatakan semipermanen.

Akan tetapi, fungsi klem kertas dapat menjadi permanen apabila tidak ada keinginan dari pemakainya untuk menjilid atau mengokot naskah kontrak atau dokumen tersebut. Atau bisa jadi apabila pemakainya sedang menghemat dana penjilidan atau sekadar malas. Dengan begitu klem kertas kemudian menjadi satu bagian dengan naskah kontrak atau dokumen tersebut.

Klem kertas sejatinya memiliki beragam ukuran. Semakin besar ia, semakin ia dapat menjepit banyak tumpukan kertas. Ia pun memiliki beraneka warna. Tentu warna klem kertas paling umum dan paling banyak digunakan adalah warna hitam. Mengapa? Karena hitam tidak gampang terlihat kotor. Seiring dengan berkembangnya tren warna pada kosmetik dan peralatan rias, maka semakin banyak saja permintaan akan klem kertas selain warna hitam ini. Sebut saja klem kertas warna merah jambu sekarang banyak diminati oleh para wanita karier pemuja fesyen. Ada pula klem kertas warna hijau tosca juga meningkat peminatnya, antara lain oleh para penggiat office go green.

Dahulu kala, gelas digunakan hanya sebagai tempat untuk menampung air minum. Pada waktu dewasa ini, gelas pun kemudian digunakan sebagai tempat pensil dan pulpen, menaruh kunci dan uang logam, dan sebagainya. Demikian halnya dengan klem kertas. Tidak melulu ia hanya difungsikan sebagai penjepit kertas. Bagi orang berpikiran kreatif, klem kertas dapat digunakan selain dari itu.

Klem kertas (binder clip) untuk mengikat kabel
Klem kertas (binder clip) untuk mengikat kabel

Seperti gambar di atas, klem kertas dapat pula digunakan untuk mengikat kabel. Dengan demikian kita dapat pula menurunkan fungsi ini menjadi beberapa macam variasinya, di antaranya adalah menggunakan klem kertas untuk mengikat rambut, jenggot, dan bulu ketiak.

Bagi para perempuan pemakai kerudung, boleh juga menggunakan klem kertas ini apabila kehabisan jarum pentul. Atau bisa juga menggunakan klem kertas untuk menutupi bagian sobek pada baju. Masih di dalam ranah fesyen, klem kertas pun dapat disusun sedemikian rupa sehingga dapat dikenakan sebagai gelang.

Klem kertas (binder clip) sebagai gelang (bracelet)
Klem kertas (binder clip) sebagai gelang (bracelet)

Klem kertas dapat pula digunakan sebagai penampil brosur atau sekadar menaruh kartu seperti dicontohkan pada gambar di bawah ini.

Klem kertas (binder clip) untuk menaruh kartu, brosur, atau kata penyemangat
Klem kertas (binder clip) untuk menaruh kartu, brosur, atau kata penyemangat

Dari sekian panjang penjelasan di atas, patutlah kita sadari bahwa janganlah kita terlena dengan sesuatu penampakan biasa. Adakalanya kita harus menggali manfaat lain dari sebuah benda atau lebih berkreasi sehingga segala barang di sekitar kita menjadi multiguna.

Akhir kata, bawalah selalu klem kertas ke mana kalian pergi. Siapa tahu ia akan berguna. Misalnya saja ketika memesan mi goreng aceh di sebuah warung tenda sementara sumpit, sendok, dan garpu sedang dipakai semua. Di saat itulah barangkali klem kertas dapat berguna. Kan? 😀

10 pemikiran pada “Klem Kertas

  1. […] Semenjak menggemari fountain pen, aku pun menjadi tahu bahwa untuk membuat kaligrafi atau tulisan indah yang aku kagumi itu membutuhkan pena-pena dengan kriteria khusus. Ada yang mata penanya lentur, ada pula yang mata penanya seperti klem kertas. […]

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s