Yang

Sejarah telah membuktikan bahwa perkembangan bahasa Indonesia tidak terlepas dari penggunaan kata “yang”. Bahkan penjelasan mengenai arti kata tersebut dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak bisa tidak menggunakan kata “yang”. Bagaimana ini bisa terjadi, Saudara? Ditambah lagi, sistem ejaan yang kita pakai sekarang juga disebut EJAAN “YANG” DISEMPURNAKAN. Kan begitu?

Tanpa menafikan ketergantungan kita akan kata “yang” dalam berbahasa, akan kumulai mengurangi penggunaannya dalam postingan-postingan di masa yang akan datang. Tidak adakah di antara kalian (yang) berkeberatan? Terima kasih.

3 pemikiran pada “Yang

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s