Sejak Kapan Lebaran dengan Kembang Api

Jika kalian membaca tulisan ini, berarti aku sudah tiba di haribaan keluarga tercinta di tanah kelahiran. Berarti pula aku sudah menuntaskan buka puasa di hari terakhir Ramadan. Pun berarti bahwa sekarang di atas rumahku menggema rentetan takbir dari masjid dan musala, juga deru letusan kembang api yang dinyalakan entah dari mana.

Aku sedikit memiliki rasa ingin tahu tentang sejak kapan kembang api menjadi diidentikkan dengan lebaran. Sejauh yang dapat kuingat, ketika aku masih kecil dahulu, lebaran identik dengan mercon atau petasan. Tidak pernah kembang api. Kembang api hanya ketika tahun baru Masehi.

Sejatinya adalah aku yang menyukai kembang api. Akan tetapi tidak pantas kiranya jikalau letusan kembang api dipadupadankan dengan gema takbir orang-orang yang merayakan kemenangannya. Bukankah lebih indah jikalau gema takbir berpadu dengan dentuman bedug dan kentongan?

Apapun, kuucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah. Selamat merayakan kemenangan bagi kalian yang merasa menang. Semoga Ramadan kita diterima. Semoga kita berjodoh kembali dengan Ramadan berikutnya. Tanpa perlu tangan kita saling menjabat, tanpa perlu kita saling berpelukan erat, kepada kalian aku ucapkan selamat. Mohon maaf lahir dan batin atas segala sikap dan perbuatan yang tidak mengenakkan hati kalian. Sungguh, aku hanyalah manusia yang penuh dengan segala kekurangan. Sungguh pula aku menyukai opor ayam. Sekian.

7 pemikiran pada “Sejak Kapan Lebaran dengan Kembang Api

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s