Merdeka atau Mudik

Satu hal yang membuat hari ini adalah perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah diputarkannya lagu Project Pop yang judulnya Indovers. Itu loh, yang nada-nadanya Rayuan Pulau Kelapa.

Bagaimana bisa? Kurang meriah, barangkali. Tiga tahun belakangan ini perayaan HUT RI seakan melempem, bukan, Saudara? Apa karena memasuki bulan Ramadan maka tidak ada lagi lomba makan kerupuk atau gigit koin? Padahal bukankah sejatinya proklamasi kemerdekaan kita dikumandangkan oleh Sukarno-Hatta itu juga pada bulan Ramadan? Bukankah seharusnya akan jauh lebih khidmat perayaan kita tiga tahunan ini?

Sejatinya memang si Kucing kembali angkat bicara dalam hal ini, Saudara. Namun seperti kebanyakan kita juga, si Kucing adalah anak rantau yang dalam momen akhir Ramadan seperti sekarang ini juga bersiap-siap untuk melakukan perjalanan pulang kampung.

Mumpung kita sedang membicarakan mudik, Saudara, yang adalah juga sudah merupakan budaya, eh, adat maksudku, ada baiknya kita juga membicarakan adat beli baju baru. Sejak menghayati lagunya Dhea Ananda waktu kecil dulu, aku punya pemikiran begini: Mungkin boleh-boleh saja bagi kaum kaya lagi berada yang bisa kapan pun membeli baju baru merasa tidak penting membeli baju baru untuk hari lebaran. Aku yang hidup di tengah-tengah kaum pas-pasan menyadari betul bahwa orang-orang sekitarku itu yang melaksanakan “adat beli baju baru” hanya mampu membeli baju baru untuk anak-anaknya setahun sekali. Mereka ini bisa jadi keras sekali membanting tulangnya demi bisa melaksanakan adat ini. Meski baju yang dibeli tidak benar-benar baru melainkan baru yang bekas.

Jadi besok pagi-pagi sekali aku harus tiba di stasiun demi mencegat kereta api yang sedang melaju. \Masih tepatkah penamaan kereta api pada masa sekarang ini?\ Adat mudik ini mau tak mau aku jalankan karena aku bukanlah follower-nya Bang Toyib. Pun karena aku sudah membeli dengan mahal tiket kereta apinya. Pun juga karena aku sedang berkemas. Kalian tahu bukan bahwa hanya kejutan yang lebih tidak kusukai dibandingkan berkemas?

Jadi kesimpulannya, merdeka atau mudik?

3 pemikiran pada “Merdeka atau Mudik

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s