Jeritan Hati Semulut Kucing (Draft)

Siang-siang terik begini emang nikmat banget tiduran di bawah kursi sambil nunggu angin semilir membawa kantuk. Kalau kayak gini terus, puasaku bisa pol sampai magrib terus, nih. Enaknya….

“Hsssshhh! Mpkkkkpppk! Hhhssssshhh Mmmpppkkkppmmkk!”

Bujubuneng! Ah, ini orang bikin kaget aja. Nggak lihat apa aku lagi santai-santai begini? Main usir-usir aja.

“Mmmpppkoop kpoook mmmmmkopp….”

Manusia, manusia. Kadang nggak ngerti deh sama bahasa mereka. Ngomongnya udah kayak kucing kelelep aja. Aku juga kadang nggak ngerti sama tingkah laku mereka yang sukanya seenak udelnya sendiri. Mentang-mentang punya udel, gitu?

Manusia itu punya akal, yang katanya bisa buat memikirkan segala ciptaan Sang Pencipta Jagad supaya tunduk dan bersyukur. Eh, tapi sama manusia akalnya itu malah lebih sering dipakai buat ngakal-ngakalin manusia lainnya. Nggak jarang pulang kucing-kucing yang jadi korban akal-akalan manusia itu.

Misalnya saja yang aku alami sendiri kemarin pagi. Pas aku lagi mau ngantre buang hajat, tiba-tiba saja …

Katanya pula manusia punya hati nurani yang bisa merasakan …

Katanya manusia itu makhluk paling sempurna dibandingin makhluk-makhluk lain sejagad dunia karena satu-satunya makhluk yang dibekali akal sama hati nurani itu.ย Belum ketemu aja tuh mereka sama alien dari Planet Animal.

4 pemikiran pada “Jeritan Hati Semulut Kucing (Draft)

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s