Terakhir Tak Selamanya

Ahad pagi menjelang siang.
Cuaca sedikit terik meski langit berawan.
Aku duduk sendirian.
Kunikmati secangkir kopi sembari mengetik sebuah tulisan.
Tulisan ini tentu saja, kawan.
Memangnya tulisan yang mana lagi, ‘kan?

Duduk santai pada Ahad pagi menjelang siang di toko donat seperti sekarang ini sepertinya tidak bisa lagi aku lakukan. Karena bulan ini telah pun hampir habis dan segera digantikan oleh Ramadan. Kemudian Syawal yang mana di situ terdapat lebaran.

Selama Sya’ban ini banyak sekali yang kupikirkan. Barangkali itulah mengapa postingan di blog ini menjadi jarang-jarang. Adakah dari kalian yang keberatan?

Aku tersadar bahwa selama setahun ini banyak sekali mengalami penurunan. Mulai penurunan daya ingat hingga pengharapan. Terkecuali berat badan.

Tentu saja hari demi hari semakin bertambahlah pengalaman. Namun apa arti pengalaman jikalau tidak tahu bagaimana ia diterapkan? Begitu, bukan?

5 pemikiran pada “Terakhir Tak Selamanya

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s