Persan: Perasan Perasaan

Kalian tahu aku sedang melakukan apa?

Aku sedang berdiri di samping ilalang. Di padang rumput nan gersang. Aku bertanya, ilalang memberikan jawab. Aku bertanya-tanya, ilalang memberiku petuah. “Wahai pemuda yang berdiri bebas di atas kakinya sendiri, ketahuilah bumi ini tak hanya tanah melainkan juga air dan api,” begitu kata ilalang.

Angin pun datang menghapiri kami. Dibisikkannya sebuah kabar tentang sesuatu yang nyata: “Air meniadakan api, api menguapkan air. Tatkala api menguapkan air, akulah yang menerbangkannya.” Bisikannya itu hanya untuk mengantarkannya pergi karena terdesak oleh datangnya dingin.

Dingin tertawa menyaksikan ilalang tak lagi bisa bergoyang dan aku hanya bisa bungkam. “Hei kalian makhluk berwujud,” katanya, “sesungguhnya akulah yang sanggup membekukan air sekaligus api dan apa-apa yang terjadi di antaranya. Maka bertekuklututlah kalian menyembahkan tunduk di hadapku.”

Seketika itu, terbitlah sebuah cahaya menyilaukan di atas nuansa. Sesosok bidadari nan memesona muncul dan menyelamatkan kami dari terkaman dingin. Bidadari memberikan kehangatannya kepada aku dan ilalang hingga dingin pun kalah lantas pergi. Bidadari berparas menawan itu seketika melayang demi melihat kami berdua untuk kemudian melesat kencang ke arah purnama.

Kini aku dan ilalang hanya dapat menatap purnama yang sedang terlelap tidur berselimutkan awan kelam. Selamat malam.

6 pemikiran pada “Persan: Perasan Perasaan

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s