Di Balik Kisah Purnama

Oh, lihatlah betapa bulan yang nyaris purnama sempurna di langit sungguh memesona, Saudara.

Aku kabarkan kepada kalian, dahulu kala aku memiliki seorang kawan yang takut akan purnama. Segala apa yang terbayang di benaknya tatkala menatap purnama adalah keseraman belaka.

“Saya terima nikah dan kawinnya Fulanah binti Fulan dengan mas kawin seperangkat alat makan, dibayar tunai!”

Dia percaya bahwa malam-malam ketika bulan telah penuh membundar, arwah-arwah penasaran akan muncul dari balik kuburnya masing-masing untuk kemudian bergentayangan mencoba menyelesaikan urusannya atas dunia. Dia pula percaya manusia jejadian akan berubah menjadi gorila gila ketika menatap purnama. Adakah ia penggemar Sungoku atau bagaimana?

Yang jauh lebih ditakutinya selain daripada itu semua adalah ketika purnama tiba, burung-buruk gagak hitam akan menyebar ke segala penjuru menaburkan kesialan. Maka kawanku ini adalah ia yang sungguh tak menyukai datangnya purnama. Berbanding terbalik denganku memang yang sangat menantikan kedatangannya. Kan begitu?

Maka pada suatu malam yang banyak bintang, purnama pun muncul dari balik selaput tipis awan hitam. Ketika itulah aku sedang membujuknya untuk keluar dari balik selimut merah mudanya. Kuceritakan saja kepadanya sebuah rahasia yang sudah turun temurun diceritakan ulang kepada keluargaku. Kan kalian sudah tahu ceritanya?

Betapa berbinar matanya menyimak apa-apa rahasia yang kuceritakan padanya. Sesekali ia takjub, sesekali ia menggelengkan kepala seolah-olah tak percaya. Hingga selesai aku mengatakan cerita itu, selesai pulalah takutnya akan purnama.

Begitulah kiranya, Saudara, apa yang aku ingat dari kisah masa laluku bersama dengannya. Selamat makan.

8 pemikiran pada “Di Balik Kisah Purnama

  1. dulu aku paling takut hujan berpetir…tapi ketika seorang kawan memberitahuku rahasia menikmati hujan berpetir, sekarang aku menganggap hujan berpetir itu sangat indah…

    (kangen hujan malam2 dengan kilat yang membuat air hujan tampak seperti berlian)

    NB: asal hujannya ga bikin banjir aja :p

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s