Remaja

Adalah seorang James T. Siegel (yang entah memiliki hubungan kekerabatan dengan Steven Siegel atau tidak) yang mengatakan bahwa seseorang tidak serta merta menjadi remaja karena berusia muda, tetapi karena memiliki selera dan aspirasi yang menandakan bahwa dirinya seorang remaja.

Maka remaja masjid adalah mereka yang hati dan jiwanya selalu terpaut dengan masjid; senantiasa meramaikan toilet masjid, mengadakan rapat di beranda masjid, memarkir sepedanya di pelataran masjid, dan melaksanakan salat Jumat di dalam masjid.

Sedangkan remaja masa kini adalah mereka yang hati dan jiwanya selalu terpaut dengan masa kini; senantiasa menutupi masa lalu, tidak pernah memikirkan masa depan, dan menjalani kehidupannya di masa kini, karena toh kita selalu berada di masa kini yang hari sebelum ini selalu disebut sebagai kemarin dan hari sesudah ini selalu disebut sebagai esok hari.

Farijsvanjava,
Dalam upaya rehat ketika membaca buku “Dilarang Gondrong!: Praktik Kekuasaan Orde Baru terhadap Anak Muda Awal 1970-an” buah karya Aria Wiratman Yudhistira yang diterbitkan oleh Marjin Kiri.

6 pemikiran pada “Remaja

  1. remaja, saya sendiri bingung arti ‘remaja’ yg sesungguhnya…😳
    tapi biasa disangkutpautkan dgn usia dan kelakuan sih…πŸ™„

    happy satnite~πŸ˜€

    Suka

  2. Tapi setelah diperhatikan, pergantian masa anak-anak menjadi remaja kok semakin cepat ya. Lha anak SD aja sudah pada pacaran, padahal zaman saya dulu SMP baru lirik-lirikan..

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s