Rumah Manis Rumah

Kan kalian tahu aku pulang ke tanah kelahiran, kampung halaman? Sudah lama aku tidak pulang. Sekarang seakan tak percaya sedang berdiri di halaman belakang memandangi ayam-ayam yang berebutan mencucuki beras yang kutebarkan.

Di bawah kerindangan pohon belimbing yang sedang berbuah, aku was-was karena tiap saat bahaya senantiasa mengintai. Adalah kejatuhan buah belimbing yang ranum matang di pohon itulah bahaya yang kumaksudkan. Kan tidak lucu seandainya itu terjadi lantas aku ditertawakan oleh kawanan anak ayam ini? Istilah kata “diguyu pitik” akan semakin mudah membuatku menjadi bahan ejekan ketika keluarga besar kumpul saat lebaran. Kan begitu?

Rumah manis rumah dah ini mah…πŸ˜€

7 pemikiran pada “Rumah Manis Rumah

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s