Wengi

Ing dalem salah sawijining wengi, wayah punika angin tetiyupan silir sumilir. Aku iku wonge ingkang dhodhok nang jeroning bus ingkang mlayu saking kilen tumuju wetan.

Hayah, ribet banget nulis bahasa Jawa.

Jadi ceritanya kesampaian juga hasratku untuk pulang ke tanah kelahiran, Saudara. Tak terperi bahagia yang terkandung dalam dada ini. Kan kalian bisa ikut merasakan getaran-getarannya?😀

Bismillah, aku berangkat. Semoga lancar, selamat, dan diberkahi. Amin.

Catatan tidak penting:
Andaikan kantong ajaibku tidak temangsang di langit kelam sana, sudah pasti aku bisa pulang dengan mengendarai baling-baling bambu. Kan begitu? :p

6 pemikiran pada “Wengi

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s