Hidup Menghidupi

Aku adalah orangnya yang tidak sependapat dengan kalian yang:

  1. menjadi anggota Gerombolan Penumpas Kebajikan; dan atau
  2. memiliki pemikiran bahwa kehidupan di dunia maya terlepas sama sekali dari dunia nyata.

Kan kalian tidak membuka Facebook di dunia mimpi? Kan si Pocong itu tidak lantas membuka Twitter di dunia kubur?

Seperti topeng, karakter orang itu bisa dibuka-pasang berkali-kali, berulang kali berganti. Seperti bunglon pula terkadang, tabiat orang bisa berubah tergantung lingkungannya.

Kawan pun demikian: di taman berbaikan, di lapangan menjadi lawan. Mereka itu datang dan pergi silih berganti, seperti musim layangan yang sebentar lagi tampaknya akan digeser oleh musim gundu. Persahabatan sejati, itulah yang kurindu.

Ada kalanya aku terlalu berusaha keras membangun sebuah persahabatan. Apakah ia sewujud dengan permen karet yang makin sering dikunyah makin keras jadinya?

“Hidup itu harus menghidupi,” begitu kata seorang kawanku almarhum.

Satu pemikiran pada “Hidup Menghidupi

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s