Edja Meng-edja Ejaan

Ternyata perkara eja-mengeja itu begitu pelik, Saudara.

Kalau boleh menilik sejarah masa lampau, dapatlah kita tengok bahwa asal-usul ejaan bahasa Indonesia yang sekarang diawali dari Ejaan Van Ophuijsen kemudian menjelma menjadi Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi lantas menjelma lagi menjadi Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD).

Menyadari bahwa diri bukanlah seorang ahli bahasa, saya di sini hanya ingin memberikan bahan-bahan untuk direnungkan perihal ejaan.

Ejaan bahasa linggis adalah bisa jadi yang terkacau. Sejarahnya menunjukkan bahwa kesalahkaprahan akan terus abadi dan berwujud di dunia fana ini. Para warga berbahasa linggis inilah yang awal mula menemukan sistem pengecek ejaan. Mereka pulalah yang menyelenggarakan lomba aneh semacam Lomba Mengeja.

Lain ladang lain belalang. Lain bahasa linggis, lain pula bahasa Jawa. Banyak orang Jawa yang tidak tahu mengenai aturan transliterasi bahasanya ke dalam huruf-huruf latin. Banyak pula orang Jawa yang tidak sependapat dengan pakem yang telah menjadi hasil konsensus dalam Kongres Bahasa Jawa III. Kalau sudah demikian, apa boleh buat?

Bahan renungan:

Kesimpulanku hanyalah satu: ejaan itu penting untuk diperkarakan!

😀

4 pemikiran pada “Edja Meng-edja Ejaan

    1. Mari kita perkarakan! 😀

      Insaf, Bu. Dari bahasa Arab, s-nya dari huruf ص. Jadi seperti sholat atau shalat yang menjadi salat. Setahu saya sih seperti itu, Bu.

      Kalau di Jepang, perkara ejaan bagaimana tuh, Bu? Kabarnya ada dua kubu besar tentang transliterasi huruf Jepang ke latin, ya?

      Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s