Jejak Langkah Tipografi

Jumat yang indah. Langit cerah. Angin silir semilir menerbangkan debu dan asa. Suasana jalanan riuh rendah. Jiwaku terbawa melayang ke angkasa. Ingin rasanya tubuh ini ikut melanglang buana. Siapa nak ikut?😀

Kopi manis tersedia di cangkir putih di atas meja. Apa daya harganya naik seribu rupiah. Aku tetap senang berada di sini, Saudara. Di toko donat yang tenang ini aku dapat membaca Jejak Langkah. Kuikuti jalan cerita Minke menerbitkan harian milik pribumi yang pertama.

Ah, aku yang berbahagia. Di halaman tiga ratus enam puluh enam berlanjut ke halaman tiga ratus enam puluh tujuh ini ada terbahas perkara tipografi, Saudara. Bukankah itu indah?

Harian telah menjadi sumber terpercaya untuk menanyakan perkara-perkara hukum pada zaman itu. Saat ini telah pun berkembang bidang konsultasinya. Ada kesehatan, psikologi, agama, urusan rumah tangga, dan perkara cinta.

Berbicara tentang cinta, adakah di antara kalian yang tahu cinta tertulus di dunia? Bukan cinta ibu kepada anaknya, bukan pula cinta istri kepada suaminya.

Haha. Berat sekali hari libur begini memikirkan hal-hal abstrak semacam ini. Akhir pekan panjang ini, apa saja yang akan kalian perbuat? Kusarankan untuk tidak lupa melewatinya dengan menelepon orang tersayang yang sedang terpisah jarak dengan kita. Sekian.

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s