Sesorean

Sore yang indah. Hujan pun mengguyur dengan indah. Kalian tahu bagaimana hujan mengguyur dengan indah? Yaitu tanpa angin kencang tanpa deras dan tanpa gekap.

Aku sedang duduk di sebuah kursi merah. Di sebelahku ada Camry hitam. Entah punya siapa sesungguhnya. Ah, ingin rasanya kutusukkan paku kepada ban depannya yang tampak mengancamku.

Di hadapanku adalah jalanan yang berlapis aspal dan genangan. Tepat di tengahnya terdapat senar merah yang tergantung pada ujung pohon entah apa namanya. Entah pula bagaimana bisa senar itu terjuntai sedemikian rupa. Aku tahu senar itu bisa sangat berbahaya. Ingin rasanya kusingkirkan entah bagaimana caranya. Tetapi aku takut berada di tengah jalan semacam itu. Bisa tertabrak, kan?

Hujan berhenti. Berhenti pula ceracauku. Seharusnya. Beginilah keadaan orang yang baru terbangun dari tidur. Kesadarannya belum pulih benar. Masih sebagian tertinggal di alam mimpi.

Ada sedikit keingintahuan. Seandainya ada sekelompok manusia bencong dan gay berkumpul dan membentuk kerajaan, pemimpinnya akankah disebut raja atau ratu?

4 pemikiran pada “Sesorean

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s