Jadi Nonton Juga (The Hunger Games)

Akhirnya kemarin malam jadi pula aku menonton The Hunger Games di bioskop \kesayangan Anda\.

The Hunger Games (Film Poster)
The Hunger Games (Movie Poster)

Tentu saja aku tidak akan mengulas film ini secara pantas, Saudara. Bagi kalian yang ingin membaca ulasan yang lebih bagus, silakan saja membaca ulasan di blognya Saudara Arman.

Aku nilai film ini bagus: banyak pemandangan pohon dan hutan yang indah, pemandangan kota khayalan yang indah, kostum-kostum yang keren, dan dandan secara gay yang memukau.

Aku belum pernah membaca buku novelnya. Jadi tentu saja penerimaanku akan film ini berbeda dengan kalian yang sudah membaca. Kan begitu? Jadi wajar jikalau aku tidak paham siapa itu Presiden Snow, apa itu negara Panem, ada hubungan batin apa antara Katniss dan Gale, sememukau apa Girl On Fire, dan sebagaimanakah makhluk buatan yang katanya disebut sebagai Mutts itu.

Yang kuperoleh adalah kostum api (adegan saat Katniss dan Peeta berparade dan Katniss ketika diwawancara) menurutku cukup menakjubkan; betapa untuk mencium pipi seorang Katniss yang cantik harus berdandan se-gay seperti Cinna (adegan sebelum memasuki tabung dan naik ke Arena); dan betapa untuk dicium oleh Katniss kakinya harus terluka terlebih dahulu.πŸ˜€

Sepertinya untuk lebih menghayati dan memahami betul akan jalan ceritanya aku harus membaca buku novelnya. Kalian setuju?

Oh, iya, Saudara. Saat menonton ini aku betul-betul merasa terganggu dengan sepasang lelaki-perempuan yang duduk persis di depanku. Mereka mengobrol hampir sepanjang film diputar. Karena di dalam film banyak adegan diamnya, sudah pasti obrolan mereka teramat mengusik hati sanubari. Untung aku dapat menahan kesabaran untuk tidak menyiram mereka dengan air minum yang kuselundupkan masuk ke dalam bioskop.

Ada lagi yang mengganggu. Adegan ketika Katniss mengkhawatirkan Peeta ketika mendengar ledakan meriam saat si Peeta menemukan buah beracun, entah apa atau bagaimana terputar dengan cepat dan sepertinya sedikit terpotong. Kami para penonton tentu saja sedikit ricuh. Pun beberapa waktu kemudian beberapa kali adegan entah apa atau bagaimana tidak terdengar suaranya (mute). Kami para penonton lagi-lagi berulang kali ricuh dan bahkan ada yang mengucapkan “Kembalikan uang kami!”. Haha. Tentu akulah yang mengucapkannya, Saudara.

Yang cukup menggelitik adalah mengamati bagaimana para penonton yang lain tertegun-tegun oleh subjudul \maksudnya itu loh teks terjemahan di bagian bawah\ ketika si Trinket mengatakan bahwa Katniss dan Peeta, yang karena berasal dari distrik terakhir, akan tinggal di griya tawang (penthouse). Aku maklum saja karena istilah “griya tawang” tentu saja terdengar lucu bagi yang pertama kali mendengarnya. Kan begitu?

Sekian. Bagi kalian yang ingin memperdalam bab ini, silakan baca juga buku novelnya. Selain itu, kalian dapat pula mendapatkan pengetahuan dari referensi-referensi berikut ini:

12 pemikiran pada “Jadi Nonton Juga (The Hunger Games)

  1. ” betapa untuk dicium oleh Katniss kakinya harus terluka terlebih dahulu.πŸ˜€ ”
    hahhaha, jadi inget ketika adegan ciuman itu penonton yang disebelah saya berisik sendiri karena mau dicium juga.

    Akhirnya nonton juga yah, setelah gak jadi-jadiπŸ˜›

    Suka

  2. yay akhirnya jadi juga ya nontonnya.. hahaha

    ternyata ada yang gak dimengerti ya kalo gak baca bukunya dulu…
    tapi gua kemaren ini ada tanya beberapa temen yang gak baca buku, mereka ngerti tuh detil cerita filmnya. hahaha.

    Suka

    1. Apakah mereka ngomongnya pakai bahasa linggis?
      πŸ˜€

      Sound-nya jelek. Dan waktu itu pan ada banyak distraksi. Entah itu acar di dalam kebab lah, orang di deretan depan pada ngobrol lah, banyak yang dateng telat lah, ama si Mystique-nya kecantikan lah. :p

      Suka

  3. eh..apa perasaanku saja ya? tadi baca ulasan di link yg kamu cantumin, yg langsung muncul di otakku adalah Battle Royale dan gundam. Cuma bedanya kalo battle royale kan ada pesan moralnya kenapa mereka harus saling membunuh, sementara film ini aku masih ga tau. Kamu pan udah nonton. Kasih penjelasan donk…

    Suka

    1. Bedalah ama Battle Royale ama Gundam, Mbak. Bukan semata-mata soal negara doang ini.

      Kalau di film ini sih katanya yang menang itu bakal jadi semacam duta perdamaian gitu, kalo gak salah. Gak gitu nangkep juga sih aku. Perdamaian itu mahal. Nah, di pemikiranku itu Capitol nyiptain game ini buat ngumpulin dana. Gitu yak, ya? Ah, emang musti baca novelnya ini mah.

      Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s