Imajinasi Acak Pun Liar

Baiklah, Saudara, akan kumulai menceritakan apa yang terjadi dengan pikiranku hari kemarin itu.

Pertama-tama, kemarin aku melihat banyak sekali perempuan mengenakan sepatu hak tinggi. Mulai dari yang runcing sampai yang menyerupai turunan jalan. Tiba-tiba saja terlintas dalam pikiranku tentang sebuah model sepatu yang bentuknya menyerupai sarang burung. Ya, mirip-miriplah dengan Beijing National Stadium.

Beijing National Stadium (@Wikipedia)
Beijing National Stadium (@Wikipedia)

Susah memang menggambarkan imajinasiku dengan kata-kata yang dapat dipahami oleh kalian, Saudara. Agar lebih mudah, bayangkan saja kalau gambar stadium di atas adalah sol/hak sepatu. Terbuat dari material kuat nan ringan, sehingga memang bolong-bolong. Dengan begitu teranglah sudah bahwa sepatu imajinasiku ini tidak cocok untuk dipakai berjalan di permukaan lembek semisal kebun.

Kedua-dua, kemarin itu aku seangkot dengan seorang pelajar sekolah pelayaran (sebut saja dia Si N). Dia dalam usaha pergi ke pelabuhan karena kaptennya sudah menunggu. Kapal akan bertolak satu jam lagi. Nah, Si N ini menelepon kawannya untuk segera berangkat juga. Yang menggelitik perutku adalah dia menyuruh si kawannya ini segera berangkat tetapi diceramahinya terus menerus. Kapan si kawannya ini berangkat, coba?

Kira-kira semacam inilah Si N berkata:

“Ayolah, kawan, kapten kita sudah menunggu itu. bla bla bla. Satu jam lagi kapal akan berlayar, ayo cepatlah. Jangan lupa itu kau bawa barang-barangmu. Nanti kalau terlambat bisa dimarahin si kapten pula kita. Ayolah, kawan, segera berangkat. Aku sudah berangkat ini. Sudah separuh jalan ini. Sudah naik angkot, kusuruh bapak supirnya buat ngebut pula. bla bla bla. Ayolah, berangkat, aku sudah bawa pula barang-barangku ini. Aku ada bawa laptop pula. Tak lupa pula aku bawa seragam dan baju-bajuku. Kau nanti jangan lupa bawa sepatumu. Topimu jangan lupa pula, kawan. Ayolah, berangkat. Sebentar lagi kapal berangkat. Kapten sudah menunggu itu. bla bla bla. Aku tunggu kau di sana, ya. Berangkatlah segera, kau. Aku kan sudah di jalan. Kau cepatlah berangkat. bla bla bla. bla bla bla.”

Setelah selesai menelepon kawannya, Si N itu menelepon salah satu juniornya. Disuruhnya si junior itu untuk mengumpulkan lima orang kawannya yang lain, untuk berkumpul pula di pelabuhan. Sama pula Si N ini menceramahi juniornya untuk segera berangkat dan berkumpul. Lucu, kan?

Spontan saja pikiran liarku berbicara: Kalau aku jadi kawannya Si N ini, atau menjadi juniornya itu, tentu akan kubilang, “Bagaimana bisa aku segera berangkat sementara kau menyerocos saja terus menerus begini, hah?!”

Kira-kira begitulah imajinasi liarku kemarin itu. Sejatinya masih ada pula yang lain, salah satunya adalah perdebatan imajiner antara aku dengan pengendara sepeda motor yang mengebut tidak mengenakan helm melainkan mengenakan sarung dan peci putih. Tetapi cukuplah perdebatan itu kusimpan di kepala dan di hati.

Bagaimana kabar kalian akhir pekan ini?😀

4 pemikiran pada “Imajinasi Acak Pun Liar

  1. akhir pekanku diisi dengan leyeh2😀
    going nowhere, stuck di kamar.
    antara desktop-kasur-toilet. sudah itu saja hahaha …

    hihihi itu seangkot sama orang yg sekolah pelayaran?
    di sini sih klo naik angkot yg ke arah sunter sering tuh isinya orang2 sekolah pelayaran hehehe beda yak😀
    ih rempong banget yak tu orang … bener, kapan coba orang berangkat klo dia ngoceh terus? Hahaha … parah!

    Suka

    1. Wah, enaknya akhir pekan berleyeh-leyeh…😀

      Eh, itu berarti gak makan dong? Kok gak pake ke warteg atau ke dapur, gitu?

      Itu juga angkot arah UKI. Ribet dah emang tuh orang. Hoho.😀

      Suka

  2. akhir pekanku err. sabtu sama sekali tak keluar rumah, kuhabiskan hanya untuk mencuci, menyetrika dan main GTA seharian..
    minggunya keluar sebentar untuk belanja ke pasar habis itu mengurung diri dalam rumah lagi

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s