Flora Kasih

Kalian akankah kasihan?

Bukan kepada kedua belah celana putihku yang disesali olehku karena mengenakannya untuk berjalan di jalanan becek. Tetapi kepada pohon-pohon di tepi jalan ini.

Meski bulan sudah Maret, tampaknya penghujan semakin menjadi-jadi. Oleh dinas entah apa maka pohon-pohon besar di tepi jalanan di Jakarta dipangkas hingga botak tak tersisa ranting dan daunnya lagi. Sungguh kasihan aku melihatnya, Saudara.

Bukan salah bunda mengandung, kan? Salahkahlah kepada siapa yang tidak memensiunkan pohon-pohon tua itu. Sudah semestinya mereka berada di panti jompo atau apapunlah namanya.

Tentu aku tak merasa kasihan kepada kangkung yang kutelan atau rumput yang kukunyah. \Terkadang.\

Benar, kan? Ternyata memang inspirasi lebih banyak berkeliaran di jalanan, tidak di dalam kamar. Selain becek dan pohon malang yang ditebang, kita bisa pula mendapatkan ayam bakar.

7 pemikiran pada “Flora Kasih

  1. tapi tentu saja dinas entah apa itu sudah mempertimbangkannya masak2
    pohon dipangkas masih bisa tumbuh lagi (kalau mangkasnya benar)
    nah kalau ada orang kejatuhan pohon tumbang hingga nyawa melayang?
    lebih baik mencegah daripada memberi santunan bagi keluarga korban #eh

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s