Zona Waktu Indonesia Akan Disatukan?

Dari Masjek, aku beroleh kabar bahwasanya zona waktu Indonesia akan disatukan!

Wilayah Waktu Indonesia Akan Disatukan – KOMPAS.com

Kabarnya Pemerintah berencana menetapkan penyatuan tersebut pada tanggal 17 Agustus. Entah ini sudah menjadi keputusan atau masih berupa wacana yang belum terlalu matang. Yang jelas, disebutkan di situ bahwa zona waktu yang menjadi patokan adalah WITA.

Pikiran yang muncul dariku selaku penduduk Jakarta dan makhluk asal Pekalongan yang berzona WIB tengah adalah:

PERTAMA. Tentu tidak akan mudah mengubah kebiasaan masyarakat. Terutama bagi yang beragama Islam, tentu tidak akan mudah menyesuaikan jadwal waktu salat (yang sudah terbiasa menggunakan patokan jam) dengan waktu yang baru.

Misalkan saja, biasanya di sini istirahat siang itu bisa dipergunakan sekaligus untuk salat Zuhur berjamaah di masjid karena memang waktunya bersamaan. Kemudian untuk hari Jumat, waktu istirahat bagi kami sebagaimana diatur oleh Menteri, rentangnya lebih panjang karena menyesuaikan dengan pegawai laki-laki yang beragama Islam agar dapat menjalankan ibadah salat Jumat.

Kalau penyatuan zona waktu itu jadi dilaksanakan, tentu saja ketika waktu istirahat siang telah habis, barulah datang waktu Zuhur. Istirahat siang dari pukul 12.00 s.d. 13.00, waktu Zuhur baru datang pukul 13-an. Apakah ini berarti makin lama para pegawai akan rehat dan tidak bekerja? Apakah nantinya tidak diperbolehkan lagi salat Zuhur berjamaah di masjid?

Ada pula kemungkinan manfaat dari penyatuan zona waktu ini bagiku, Saudara. Kan tidak akan sempat lagi aku tidur sehabis salat Subuh? Kan lebih bisa menikmati udara pagi yang segar dengan begini? Lebih sehat tentu saja? Kemudian aku akan lebih lama menikmati waktu menjelang senja? Akan lebih bisa untuk menyaksikan waktu-waktu romantis menjelang terbenamnya matari bersama istri? Tidak akan lagi ada istilah berangkat saat gelap pulang saat gelap?

KEDUA. Ada beberapa rekan kerja di kantor yang karena rumahnya jauh dari kantor, mereka berangkat kerja dari rumah tepat setelah salat subuh. Maka apabila penyatuan zona waktu itu ditetapkan, tentu saja mereka harus berangkat bahkan sebelum waktu subuh tiba. Kan begitu?

KETIGA. Jadwal dan pola makan akan berubah dengan drastis. Aku akan sarapan lebih pagi dan makan malam lebih sore. Entah ini akan berpengaruh dengan kesehatan ataukah tidak, aku tidak tahu. Memang rentang waktu makan akan tetap sama, tetapi yang kupikirkan adalah apakah siklus tubuh akan lebih baik menyerap nutrisi makan dengan waktu makan yang baru?

Barangkali pula nantinya aku harus belajar dari kawanku yang tinggal di Aceh atau Medan untuk mengatasi puasa pada “pukul-pukul yang aneh.”

Akan banyak sekali kebiasaan yang berubah, Saudara. Belum lagi aku memikirkan pula tentang perubahan pola tidur. Belum juga tentang jadwal kencan yang semakin sore yang bahkan dimulai sebelum matahari sempat terbenam. Apalagi masalah kemacetan di Jakarta. Tentang distribusinya, dan sebagainya. Tentang bagaimana orang-orang sekarang lebih memilih untuk pulang malam karena meskipun masih juga macet setidaknya udara sudah menjadi lebih adem.

Perubahan. Lagi-lagi perubahan, Saudara. Perubahan itu memang sebuah kepastian, sebagaimana bumi yang selalu berevolusi dan berotasi. Tetapi, bukankah tidak mesti perubahan itu dari sesuatu yang (sudah) bagus menjadi sesuatu yang lebih bagus lagi? Tinggal bagaimana kita bersikap terhadap perubahan. Akankah kita berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan hingga menjadi makhluk yang bertahan dalam evolusi, ataukah kita gagal beradaptasi lantas melakukan gerakan revolusi?

NB.
Kata-kata dalam paragraf terakhir itu hanyalah guyonanku, Saudara. Jangan terlalu diseriusi. Hwehe. 😀

8 pemikiran pada “Zona Waktu Indonesia Akan Disatukan?

  1. Lah, ngantor juga jadi lebih pagi doms. Tidak berperasaan bagi P8 (Para Pekerja Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-pasan)

    Suka

  2. iya mas. .pasti bakal banyak yang berubah.. apalagi bagi kita orang kantoran yang jam2nya udah diatur dan diawasi mesin absen.. hahaha..
    tapi berhubung aku di WITA, berarti belum akan terlalu terasa dampaknya

    Suka

  3. Kantor saya, kebetulan menerapkan sistem smart time yang berlaku secara nasional. Tujuannya sebenarnya untuk memberi sedikit keleluasan karyawan untuk mengatur waktu kerjanya, jadi tidak ada istilah terlambat karena sudah disediakan 4 paket smart time. Jadi kemungkinan penggabungan waktu ini tak terlalu berpengaruh juga……ke kita :).

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s