Kemanjon vs Insomnia

Kemanjon aku ki, Cah. Ra iso turu.

Ada yang tahu “kemanjon”? Aku sendiri sebenarnya tidak terlalu tahu arti yang sebenarnya. Hanya sering kudengar dari perkataan orang-orang tua ketika menyebutkan anak bayinya yang belum juga tidur meski sudah larut malam. Mungkin penjelasan berikut dapat membantu menggambarkan:

Akhir-akhir ini tidurku tidak teratur, Saudara. Selepas Isya sudah mengantuk; tidur. Kadang terbangun lagi tengah malam. Kadang bisa tidur lagi selepas Subuh. Kadang malah tidak tidur lagi. Kadang pula tertidur di meja kantor. Maksudku cuma kepala yang ada di atas meja.\

Ada apa, ya? Apakah ada hubungannya dengan kedutan mata kananku?

Akhir-akhir ini pula gairahku untuk membaca dan menulis menurun drastis. Bahkan tak ada hasrat untuk sekadar bersenda gurau. Ada apa ini? Apakah karena bulan akan mati? Lantas aku akan kembali bersemangat ketika purnama datang kembali? Kita lihat saja nanti. \Berima!\

2 pemikiran pada “Kemanjon vs Insomnia

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s